Pekanbaru (Nadariau.com) – Pemerintah Provinsi Riau, kembali menggelar Festival Lampu Colok Kreatif Ramadhan 1443 H Tahun 2022, kegiatan dalam rangka melestarikan tradisi masyarakat Melayu yang kental dengan nuansa Islam itu dibuka langsung oleh Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar. bertempat di Halaman Kediaman Gubernur Riau, jalan Ponegoro, Pekanbaru, Kamis malam (28/04/2022).
Festival Lampu Colok Kreatif ini akan berlangsung hingga tanggal 01 Mei 2022 mendatang.
Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar mengungkapkan, pelestarian budaya tradisional seperti lampu colok merupakan salah satu warisan budaya kehidupan masyarakat Melayu di Provinsi Riau.
“Kegiatan ini dapat dijadikan sebagai salah satu syiar Islam yang memiliki hikmah dan tunjuk ajar kehidupan diantaranya sebagai penumbuh semangat persaudaraan, kekompakan, kepedulian serta gotong royong di kalangan masyarakat,” kata Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar, Kamis (28/04/22) malam.
Ia juga mengajak masyarakat untuk bersama menghidupkan tradisi yang telah lama berlangsung sejak dulu.
“Karena festival lampu colok ini dapat menjadi suatu kearifan lokal yang memiliki ciri khas tersendiri yang dapat memikat warga masyarakat yang berada di perantauan supaya menimbulkan kerinduan pada kampung halamannya,” tambahnya.
“Kita ingin bulan suci Ramadan ini tetap semarak. Makanya kita buat festival lampu colok kreatif. Mudah-mudahan festival ini memberi energi positif bagi kita semua,” katanya
Lebih lanjut dikatakannya, lampu colok dipilih karena sejak dulu sudah jadi tradisi dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Biasanya, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, masyarakat akan memasang lampu colok di depan rumahnya.
“Dalam bahasa Melayu, colok artinya lampu penerang. Lampu colok ialah sejenis lampu teplok yang menggunakan minyak tanah sebagai bahan bakarnya. Lampu tradisional ini digunakan dengan menyalakan sumbu kompor di dalamnya,” ujarnya.
Biasanya, tradisi menyalakan lampu colok dimulai pada malam ke-21 Ramadan atau malam satu likur. Selain sebagai penerang, memasang lampu colok di depan rumah juga merupakan antusiasme muslim Melayu dalam menyambut malam Lailatul Qadar.
Festival akan digelar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dan seluruh kelurahan yang ada di Kota Pekanbaru.
“Kita sudah menyiapkan hadiah yang menarik bagi peserta yang bisa menampilkan Lampu Colok terbaik,” kata Gubri Riau.
Gubri menyebutkan, bahwa etika estetika dan kreativitas akan menjadi tolak ukur dalam penilaian nantinya.
“Festival Lampu Colok Kreatif ini juga mengandung unsur budaya. Oleh karena itu kita harapkan ini nanti juga menjadi wisata budaya di bulan Ramadan,” ujarnya.(son)


