Pekanbaru (Nadariau.com) – Jelang lebaran Idul fitri, surat ‘bodong’ permintaan bantuan Sembako bagi masyarakat miskin, dari Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kepada perusahaan banyak beredar.
Dalam surat itu, banyak tidak dijelaskan alamat perusahaan yang dituju untuk meminta bantuan Sembako. Namun sebagian perusahaan sudah memberikan bantuan terhadap pemohon proposal tersebut.
“Dalam surat itu, alamat perusahaannya kosong. Jadi itu tidak benar, kami tidak pernah membuatnya,” kata KaDisnakertrans Riau Jonli, Rabu (21/4/2021).
Jonli mengakui, ada oknum-oknum yang memanfaatkan surat bodong itu untuk meraup keuntungan dari perusahaan. Karena itu, dia meminta perusahaan untuk teliti dan mengkonfirmasi ulang kepada pihaknya.
Mantan Penjabat (Pj) Walikota Dumai itu tidak menampik, jika Pemprov Riau melalui Disnakertrans tengah mengumpulkan bantuan Sembako untuk masyarakat miskin.
Akan tetapi permintaan bantuan itu sifatnya sukarela dan tergantung kemampuan perusahaan.
“Kemudian, surat yang kita buat ditujukan ke perusahaan itu jelas dituliskan alamatnya. Bukan kosong seperti yang beredar saat ini,” ungkapnya.
Nantinya lanjut Jonli, bantuan Sembako dari perusahaan itu akan dikumpulkan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Riau.
Selanjutnya diserahkan kepada masyarakat miskin di seluruh kabupaten/kota yang membutuhkannya. (mcr/nto)


