Pekanbaru (Nadariau.com) – Karang Taruna Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai sesalkan pernyataan Yayasan Sosial Panca Bakti Abadi (YSPBA) yaitu pengelola kuburan Tionghoa di salah satu media online.
Menurut Ketua Karang Taruna Kelurahan Umban Sari M Adrio Habibi mengatakan, pengelola YSPBA Theresia seakan merendahkan masyarakat umban sari. Karena seolah-olah hanya perkuburan Tionghoa itu tempat bergantung hidup seluruh masyarakat pinggiran perkuburan tersebut.
Padahal sejauh ini tidak semua masyarakat di pinggiran areal perkuburan itu bergantung hidup dan bekerja di sana.
“Yang kami sesalkan pernyatan pengelola YSPBA itu seakan tidak berpendidikan. Karena bahasa yang mereka gunakan terkesan kasar,” kata Rio kepada media ini, Kamis (1/4/202).
Sebelumnya pihak pengelola perkuburan mengatakan, ‘Masyarakat mencari makan di perkuburan itu’. Ucapan ini adalah bahasa preman pasaran.
Mungkin tujuan mereka gunakan bahasa itu yaitu biar terkesan tanpa perkuburan itu masyarakat tidak bisa makan.
“Seharusnya ada bahasa yang lebih lembut yang digunakan agar tidak menyinggung masyarakat tempatan. Misalnya dengan mengatakan dengan adanya perkuburan ini bisa menciptakan lapangan pekerjaan untuk masyarakat tempatan,” ujar Rio.
Masih kata Rio, bahkan ada stetmen theresia disalah satu media online selaku pengelola YSPBA mengatakan, kalau seandainya pemakaman Tionghoa tidak ada di sana kita boleh liat stetmen theresia ini “kalau tidak ada kuburan ini seakan ekonomi masyarakat hancur padahal tidak juga demikian
Atas stetmen arogan itu pemuda menantang yayasan untuk angkat kaki dari kampung ini. Karena Rio yakin, bahwa ekonomi masyarakat tidak akan hancur seperti pernyataan mereka.
“Rio berharap ada klarifikasi dari YSPBA terkait stetmen yang sudah beredar di masyarakat dan stetmen itu saat ini telah memancing kegaduhan dimasyarakat,” jelas Rio). (arz)


