Rabu, Maret 18, 2026
BerandaHeadlineWisata Air Panas Padang Ganting Salah Satu Keajaiban Alam Minangkabau

Wisata Air Panas Padang Ganting Salah Satu Keajaiban Alam Minangkabau

Batu Sangkar (Nadariau.com) – Destinasi wisata Air Panas Padang Ganting, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat salah satu keajaiban alam Minangkabau.

Kenapa tidak? Dilingkungan perkampungan penduduk yang dilingkung bukit dan hamparan sawah ada terdapat sumber mata air panas dari pusat bumi.

Sementara mata air dilingkungannya, dingin seperti air biasa. Sehingga mata air itu telah biasa dijadikan tempat sumur umum dan sumber air untuk persawahan penduduk.

“Dulu sumber air panas ini tidak dikelola. Karena orang tidak mau mengambil airnya karena panas. Tetapi, karena ada orang yang mencoba mandi di sumur air panas ini untuk terapi kesehatan, maka penduduk lain juga mecoba mengikutinya,” kata ani, penduduk setempat yang juga berjualan dilingkungan kawasan air panas, Ahad (21/2/2021).

Setelah orang ramai yang sengaja pergi mandi ke sana, maka sejak 10 tahun lalu, pemilik tanah dari ulayat Suku Sambilan Koto, membangun sumur menjadi enam kolam. Kolam ini dibagi sesuai dengan tingkat suhu panas air.

Setelah itu, kolom pertama dijadikan sebagai sumur induk. Karena suhu panasnya diperkirakan 50-80 derajat celcius. Kemudian aliran airnya dibagi dua kolom untuk wanita dan tiga kolom untuk laki-laki.

Dikolom itu juga memiliki tingkat suhu panas yang berbeda-beda. Dan air ini terus mengalir dari sumber mata air, sehingga airnya terus berganti.

Bagi pengunjung yang tidak ingin mandi bersama, maka pemilik juga menyediaka kolom khusus (vip). Dan di sini juga disediakan penginapan bagi pengunjung dari luar daerah.

Untuk diketahui, pada hari Selasa dan Sabtu, tingkat suhu panas air lebih panas dari hari biasa. Maka pengunjung harus hati-hati saat mandi.

Patuhi peraturan yang di pajang di dinding kolam. Diantaranya, jangan berenang disaat perut kosong, jangan mandi sendirian, pakai pakaian yang sopan, jaga kebersihan dan lain lain.

Biaya karcis masuk yaitu Rp8000 perorang dan parkir motor Rp2000 dan mobil Rp4000. Kolom renang ini dibuka selama 24 jam. Jumlah pengunjung setiap hari sangat ramai. Apalagi pada hari libur dan pada malam hari sampai pagi.

“Berdasarkan hasil cek laboratorium, kualitas air ini jauh lebih bagus dari air galon mineral. Di kedai disini, kita juga bisa menikmati airnya secara gratis, saat makan,” terang Ani.

Dalin Paduko Sutan

Selain untuk terapi kesehatan, air ini juga bisa menyehatkan penyakit kulit, kolesterol, capek-capek dan berbagai manfaat lainnya bagi tubuh. Dilihat, pengunjung tampak menikmati diri sambil berendam dalam kolom.

“Tujuan mandi disini yaitu untuk kesehatan. Setelah mandi, tubuh kita terasa enak dan ringan,” kata Dalin Paduko Sutan, salah seorang pengunjung dari Lintau Buo.

Di kolom ini yang dominan orang Minang, tampak saling berbincang-bincang dengan pengunjung lain. Sehingga satu sama lain bisa saling kenal dari cengkramah di dalam kolam yang mirip ruangan solus per aqua atau sante par aqua (SPA)

Saat mandi, tidak boleh langsung terjun kedalam kolam. Tetapi airnya harus disentuh secara berlahan (Adaptasi tubuh). atau mandi dulu di kolom tingkatan suhu paling rendah.

Di sini ada terjadi kecelakaan, karena pengunjung baru yang tidak mau bertanya dan langsung terjun kedalam kolam. Akibatnya pengunjung tersebut hampir pingsan karena tubuhnya terkejut karena panas air.

“Untuk mandi bersih pakai sabun, juga disediakan tempat khusus. Sehingga air dalam kolam tetap bersih. Selain itu setiap tiga minggu, kolam ini dikuras sampai bersih dan diisi kembali oleh air baru,” jelas Paduko.

Di Tanah Datar, memiliki banyak destinasi wisata. Selain Air Panas Padang Ganting, juga ada Istana Pagaruyung pusat kebudayaan Minang Kabau.

Kemudian Puncak Pato tempat pengambilan Sumpah Satiah Bukit Marapalam yang menghasilkan kesepakatan antara kaum adat dan kaum agama dan banyak tempat wisata lainnya.

“Kami sangat senang berkunjung ke Sumatera Barat ini. Karena destinasi wisatanya sangat banyak dan menarik, sehingga kami sangat puas berwisata ke sini,” kata Syahril wisatawan dari Palembang. (ind)

 

 

 

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer