Senin, Maret 16, 2026
BerandaHeadlineForum Kemitraan BPJS Kesehatan Kampar, Asisten II Setda Kampar Pastikan Tiga Poin

Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Kampar, Asisten II Setda Kampar Pastikan Tiga Poin

Kampar (Nadariau.com) – Forum Kemitraan BPJS Kesehatan Kampar yang digelar pada Rabu (05/08) dipimpin langsung oleh Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kampar, Suhermi.

Suhermi menyampaikan bahwa Bapak Bupati menaruh perhatian yang besar terhadap keberlangsungan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) ini. Menurutnya program ini perlu didukung oleh segenap instansi/lembaga pemerintah agar tetap sustain.

Lebih lanjut, Suhermi menyampaikan masih perlu adanya perhatian terhadap keberlangsungan program ini. Menanggapi paparan yang disampaikan oleh pihak BPJS Kesehatan, ada tiga poin yang menjadi perhatian, seperti pembayaran iuran PBI-APBD, kepuasan peserta, hingga pemenuhan sarana prasarana pada layanan kesehatan.

“Untuk pembayaran iuran dana sudah ada dan dapat segera dicairkan melalui instansi terkait. Sementara itu di bidang kepuasan peserta, Pemda Kampar masih sering menerima kritikan dari masyarakat terutama pasien RSUD Bangkinang, tentang kurangnya layanan BPJS,” ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi menyatakan bahwa pihaknya bersama Puskesmas di Kampar akan melakukan proses kelengkapan sarana prasarana kesehatan.

“Kini sedang dalam proses melengkapi sarana prasarana. Saat ini Puskesmas sedang dalam proses menjadi BLUD,” lanjutnya.

Kepala BPJS Kesehatan Kabupaten Kampar, Asti Putri Dewi Santri juga bernada sama dengan Dedi. Dalam upaya untuk terus memberikan pelayanan yang optimal, dalam pemenuhan sarana prasarna, pihaknya telah mengembangkan bridging system.

“Dengan bridging system antara sistem informasi yang dimiliki rumah sakit dengan BPJS Kesehatan, pemenuhan sapras dan koordinasi dengan rumah sakit lebih cepat. Saat ini kami sudah bridging dengan dua rumah sakit, RSIA Norfa Husada dan RS Tandun,” terang Asti. Tak hanya itu, pihaknya juga meminta rumah sakit mengembangkan aplikasi ketersediaan tempat tidur yang juga line dengan aplikasi Mobile JKN. Diharapkan aplikasi ini dapat di-update secara otomatis sehingga data yang ditampilkan merupakan data terbaru.

Rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan BPJS Kesehatan di Kabupaten Kampar ada 6 rumah sakit, yakni satu dari rumah sakit umum Pemerintah, 2 rumah sakit umum swasta dan 3 rumah sakit ibu dan anak. (ind)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer