Pekanbaru (Nadariau.com) – DPRD Provinsi Riau sangat mendukung upaya Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk mengajak pihak ketiga mengelola Stadion Utama Riau.
Karena nilai pembangunan Stadion Utama sangat tinggi, yaitu Rp1 triliunan lebih. Sementara sejak berakhirnya pelaksanaan PON tahun 2012 sampai sekarang, kondisinya terbengkalai.
Dengan adanya niat investor dari Singapura, hal ini merupakan kabar baik bagi Pemprov Riau maupun DPRD Riau. Sebab dengan dikelola Stadion Utama dengann baik, maka akan dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Kami sangat setuju dengan adanya niat pihak ketiga untuk mengelola Stadion Utama Riau. Kami akan mendukung dalam segala bentuk pelaksanaan kerjasamanya,” kata Anggota Komisi V DPRD Riau dr Sunaryo dari Fraksi PAN, Senin (20/1/2020).
Sunaryo menjelaskan, jika Stadion Utama Riau dikelola dengan baik, maka banyak aktifitas yang bisa dilaksanakan disana. Seperti bisa untuk pelaksanaan pertandingan bola antar klub dan antar daerah, termasuk antar provinsi.
Dengan seringnya pelaksanaan pertandingan bola, maka dapat meningkatkan hobi dan kualitas pemain sepakbola Riau.
Kemudian, Stadion Utama Riau sudah berstandar nasional. Maka Riau bisa menjadi tuan rumah pelaksanaan pertandingan bola U-20 dunia, yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.
Selain untuk pertandingan, juga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat yang berdagang maupun menjadi pekerja. Jadi banyak keuntungan jika Stadion Utama itu bisa dikelola dengan baik.
“Sementara saat ini Stadion Utama diduga sering dijadikan oleh orang orang tidak bertanggungjawab untuk menjadi tempat kriminal. Baik pergaulan muda – mudi maupun tindak kriminal lainnya. Kalau seperti ini tentu akan mencoreng nama baik Riau,” ujar Sunaryo. (ind)


