Pekanbaru (Nadariau.com) – Sempena peringatan Hari Sumpah Pemuda, Universitas Muhammadiyah Riau menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XVII program Sarjana dan Diploma III bertempat di kampus utama Jalan Tuanku Tambusai, Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Sabtu (26/10/2019).
Periode sekarang Umri mewisuda sebanyak 395 wisudawan dan wisudawati dari 7 fakultas. Periode sekarang, Umri bisa mencetak 63 lulusan cumlaude terbanyak sejak mulai berdiri tahun 2008 lalu.
Kegiatan wisuda turut dihadiri oleh Kepala Biro Administrasi dan Kesra Stedaprov Riau – Masrul Kasmy mewakili Gubernur Riau, perwakilan LL Dikti – Jamhurin, Ketua Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah – Prof Lincolin Arsyad, Wakil Ketua PW Muhammadiyah Riau – Amran Hasan dan Ketua Badan Pembina Harian UMRI – Prof Isjoni, para tamu undangan dan keluarga wisudawan wisudawati.
Rektor Umri Dr Mubarak MSi mengatakan pada wisuda periode Oktober ini, merupakan angkatan tahun 2014 dan 2015, dan pelaksanaan wisuda kali ini juga merupakan jumlah peserta terbanyak.
“Wisuda kali ini sangat istimewa, selain banyaknya jumlah lulusan yang meraih predikat Cumlaude, wisuda kali ini juga merupakan yang terbanyak jumlah pesertanya,” kata Mubarak.
Dalam pidatonya, Rektor juga memaparkan berbagai keberhasilan Umri, baik dibidang akademik, dan non akademik, yang diraih olah Dosen maupun Mahasiswa. Seperti untuk Program Studi (Prodi) yang ada saat ini rata-rata sudah terakreditasi B.
Rektor juga berpesan kepada wisudawan untuk bisa mengambangkan diri setelah nantinya berada ditengah masyarakat, menciptakan lapangan kerja sendiri merupakan suatu pilihan terbaik, ketimbang harus bergantung kepada orang lain dalam bekerja.
“Dengan telah dibekali berbagai ilmu tentang kewirausahawan, kami berharap jangan ada diantara Mahasiswa Umri yang diwisuda hari ini menjadi pengangguran,” tegas Rektor.
Sementara Ketua Majelis Pendidikan Tinggi Penelitian dan Pengembangan (Diktilitbang) PP Muhammadiyah Prof Lincolin Arsyad mengatakan manajemen Umri diharapkan terus menyusun kurikulum kewirausahaan, dalam upaya memperkuat daya saing sarjana-sarjana lulusannya. Sehingga kedepan lulusan Umri siap membuka lapangan kerja baru.
Kurikulum tersebut didesain sedemikian rupa. Dalam penyusunan harus melibatkan praktisi bisnis dan kemudian lakukan evaluasi kemajuan.
“Seperti apa yang sudah ditempuh mahasiswa saat berwirausaha, sebelum nilai diberikan pada mahasiswa tersebut,” kata Lincolin Arsyad, di sela acara wisudawan dan wisudawati lulusan ke XVII Program Sarjana dan Diploma Universistas Muhammadiyah di Pekanbaru. (Galeri)










