Rohul (Nadariau.com) – Satpol PP dan Damkar Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) lagi lagi berhasil amankan 7 wanita pelayan lelaki hidung belang di Kecamatan Rambah Hilir dan Kecamatan Tambusai.
Operasi dipimpin Kepala Bidang Operasional dan Pengamanan Satpol PP dan Damkar Rokan Hulu, Eko K Pranomo SP, melibatkan 30 personel, menindaklanjuti laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat maksiat.
Pada operasi dengan tujuan menjaga situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019, serta bulan puasa Ramadhan, Satpol PP Rokan Hulu berhasil mengamankan 7 wanita yang diduga berprofesi sebagai pelayan warung remang-remang.
kasat pol PP Rokan hulu Andi Anto melalui kepala bidang operasional dan pernetipan eko k promo sp rabu (13/03/2019) dini hari mengatakan, operasi pertama dimulai di warung tuak atau warung tuak Simpang D Desa Persiapan rambah Jaya Kecamatan Rambah Hilir.
“selasa malam sekira pukul 22.00 WIB. Dari warung milik wanita biasa dipanggil Meme ini, Satpol PP Rokan Hulu mengamankan 5 wanita malam yang diduga sebagai pelayan kafe,” kata eko
Selanjutnya, pada operasi tempat maksiat di Simpang Balok Kecamatan Tambusai, Satpol PP Rokan Hulu turut mengamankan 2 wanita malam dari kafe milik Arman.
“Jadi operasi ini dilakukan terkait laporan masyarakat yang resah dengan keberadaan tempat-tempat maksiat di daerahnya,” jelas eko
Tujuh wanita yang diamankan, sambung Eko, akan dikenakan tindak pidana ringan atau Tipiring. Sedangkan bagi pelaku yang pernah diamankan, dan tertangkap lagi, diakuinya tentu hukuman akan lebih berat lagi,” jelas eko.
Eko mengatakan Satpol PP Rokan Hulu akan berkoordinasi dengan Polres Rokan Hulu untuk menggelar operasi-operasi rutin ke tempat maksiat, khususnya menjelang Pemilu 2019 dan bulan suci Ramadhan.
“Satpol PP Rokan Hulu punya SOP sendiri untuk operasi. Jadwal operasi sengaja dibuat secara acak, apalagi operasi sering bocor, dimana ketika operasi tiba-tiba saja tempat maksiat sudah ditutup oleh pemiliknya,” tutup Eko. (tra)


