Meranti (Nadariau.com) – Kendala dalam pemberian vaksin Measles dan Rubella (MR) di Kabupaten Kepulauan Meranti, diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan Meranti Drg Ruswita melalui Sekretaris Diskes Asrul Meldi SE, masih rendah .
Padahal menurut dia MUI telah mengeluarkan fatwa mubah terkait vaksin MR tersebut .
Menurut data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Propinsi Riau pada bulan Oktober pencapain target vaksin di Meranti berkisar 30 %, serta paling tertinggi adalah Kuansing 60%. Hal ini berdasarkan update tanggal 16 Oktober 2018.
“Sementara pencapain target vaksin MR diharapkan sebesar 95 %,” kata Asrul , Kamis (18/10/2018).
Lanjut Asrul terkait Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) 27 Agustus tentang kebolehan (Mubah) bagi Umat Muslim menggunakan Vaksin Rubella karena kondisi kedaruratan, ia berharap Masyarakat tidak ragu lagi melakukan Imunisasi MR.
Selain itu, dirinya memperkirakan masyarakat masih banyak yang belum memahami betul manfaat Imunisasi MR dan tidak menganggapnya sebagai kegawat daruratan.
“Sebagian lagi karena masih meragukan kehalalan vaksin ini,” ujarnya.
Diharapkan kelompok kerja (Pokja) MR yang terdiri atas gabungan lintas sektoral seperti Dinkes, Kemenag, MUI, Rumah Sakit, Dinas Kominfo, Pemkab, Dinas Pendidikan dan lainnya tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Agar mengerti manfaat Imunisasi MR.
Bahkan Diskes Meranti melakukan sosialisasi secara visual, media cetak dan online, Radio serta lain-lain, agar kesadaran masyarakat mengetahui pentingnya pemberian vaksin MR itu.
“Mengenai dampak buruk setelah disuntikkan vaksin MR, itu tidak benar adanya hanya isu belaka saja,” jelas Asrul. (ari)


