SIAK (Nadariau) – Dalam upaya mendorong ketahanan pangan dan transisi energi hijau di desa, tim pengabdian masyarakat dari Politeknik Negeri Padang sukses menerapkan inovasi teknologi Smart Kumbung berbasis internet thing (IoT) dan pembangkit listrik Tenaga Surya (PLTS) off grid di Kabupaten Siak.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat PNP di Siak ini, Dedi Tri Laksono menyebutkan bahwa pendanaan kegiatan berasal dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi. Program Inovatif tersebut diselenggarakan melalui skema pemberdayaan berbasis masyarakat dengan ruang lingkup pemberdayaan kemitraan masyarakat pada bidang pangan dengan menyasar Kelompok Tani (Poktan) Maju Jaya di Kampung Empang Baru Kecamatan Lubuk Dalam Kabupaten Siak Provinsi Riau
“Pendanaan nya dari Kementerian,” kata Ketua Tim Dedi, Jumat (21/8/2026).
Menjawab tantangan iklim dan beban operasional sebelumnya, lanjutnya, Poktan ini sebelumnya kerap menghadapi ancaman gagal panen akibat cuaca ekstrem. Suhu Kumbung (rumah jamur) yang dapat menyentuh 32 derajat Celcius memicu stres panas pada jamur, merusak baglog per siklus dan menahan laju produktivitas diangka 50 per bulan.
Selain itu, pemeliharaan yang masih manual dan ketergantungan pada listrik PLN menambah beban operasional serta memperbesar resiko kerugian dan gagal panen saat pemadaman listrik.
“Itulah alasan kita memilih Kelompok Tani Maju Jaya, pembudidaya jamur tiram di Kampung Empang Baru, Kabupaten Siak, karena apa yng kita lakukan amat bermanfaat bagi poktna tersebut, ” terang Dedi
Guna menjawab tantangan tersebut, Tim kemudian merancang solusi teknologi tepat guna yang terintegrasidali hulu ke hilir lewat instalasi mikrokontroler ESP32dan sensor suhu DHT22, Kumbung jamur kini mampu mengatur mikroklinatbya sendiri secara otomatis.
“Saat suhu terdeteksi melebihi batas ideal, sistem pengabutan (mist maker) otomatis akan menyala seketika, untuk mengembalikan suhu agar stabil di bawah 28 derajat Celcius,”ujar Dedi merinci cara kerja teknologi baru itu.
Dampak positifnya, mandiri energi dan peningkatan kapasitas sistem cerdas pengatur iklim ini tenaga listrik secara penuh di suplay dari instalasi panel Surya (PLTS) sistem off grid. Langkah transisi energi ini berhasil menekan biaya listrik operasional Kumbung hingga mencapai nol rupiah atau dikatakan sebagai kemandirian energi.
“Ini tidak hanya memnagkas pengeluaran Poktan, tetapi juga menjadikan mereka berpartisipasi nyata dalam praktik ekonomi hijau melalui meminimalisir jejak karbon,”ungkapnya
Optimalisasi suhu dan kelembapan yang konsisten disebut ditargetkan mampu melonjakkan produktivitas jamur tiram secara drastis, yakni meningkat dari 50 kg perbulan menjadi 75 hingga 100 kg per bulan. Kualitas hasil panen pun dipastikanmenibgkat seiring dengan menurunnyatibgkat kegagalan panen (reject rate)
Ditegaskan Dedi, Integrasi digital marketing dan penguatan keuangan tidak hanya berhenti pada pembaharuan teknologi di lini produksi, program pengabdian masyarakat masyarakat ini memperkuat pilar manajement bisnis kelompok. Petani diberikan pendampingan menejemen keuangan.
“Jadi di tim kita ada tugas tugas berbeda kita laksanakan di lapangan, ada buk Ria Angriani yang memberikan pendampingan keuangan, memberikan pelatihan tentang cara memisahkan arus kas usahha dengan uang pribadi, anggota Poktan juga dilatih menghitung Harga Pokok Produksi (HPP) secara cermat,”jelasnya
Sedangkan untuk perluasan pasar , didampingi pak Riyanto yang merancang aset digital yang lebih profesional melalui digital branding misalnya p mbuatan logo dan kemasan, petani juga didampingi dalam melakukan pemasaran digital melalui marketplace seperti di shopee, Google Business hingga pembuatan Landing page profil usaha Maju Jayaagar produk jamur tiram mereka merajai pasar secara online,”imbuhnya
Pelaksanaan kegiatan ini membuktikan bahwa modernisasi pertanian bukanlah hal yang mustahil bagi pelaku mikro. Berkat inovasi ini, Poktan Maju Jaya sukses melangkah menjadi pilar ketahanan pangan lokal yang cerdas iklim, mandiri energi, melek finansial serta berdaya saing kuat di lanskap digital.(Apon)


