Rabu, Agustus 12, 2026
BerandaHeadlineUbah Sampah Jadi Pangan, Warga Perumahan Sawit Asri Rumbai Barat Belajar Hidroponik...

Ubah Sampah Jadi Pangan, Warga Perumahan Sawit Asri Rumbai Barat Belajar Hidroponik dari Botol Bekas

Pekanbaru (Nadariau.com) – Limbah botol plastik rumah tangga yang selama ini kerap berakhir menjadi sampah mulai disulap menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat oleh warga Perumahan Sawit Asri, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru.

Melalui program pengabdian kepada masyarakat, warga diperkenalkan dengan metode hidroponik sederhana berbasis botol plastik bekas. Inovasi tersebut tidak hanya menjadi solusi untuk mengurangi limbah plastik, tetapi juga menjawab keterbatasan lahan pekarangan untuk menanam sayuran.

Kegiatan yang dilaksanakan pada 24 Juli 2026 itu diikuti 12 peserta, terutama ibu-ibu PKK dan rumah tangga. Program tersebut merupakan salah satu bentuk pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta tidak hanya mendapatkan sosialisasi, tetapi juga mengikuti demonstrasi, praktik langsung hingga pendampingan.

Metode hidroponik yang diperkenalkan menggunakan sistem sumbu atau wick system. Botol plastik bekas dipotong dan dilubangi, kemudian kain flanel digunakan sebagai sumbu untuk menyalurkan nutrisi ke tanaman.

Sementara itu, cocopeat dimanfaatkan sebagai media tanam dan nutrisi AB Mix digunakan sebagai sumber unsur hara bagi tanaman.

Model sederhana tersebut dapat digunakan untuk menanam berbagai jenis sayuran, seperti kangkung, sawi dan pakcoy. Karena tidak membutuhkan lahan luas, hidroponik botol bekas dinilai cocok diterapkan di lingkungan permukiman dengan pekarangan terbatas.

Pengetahuan Peserta Meningkat Signifikan

Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta yang cukup signifikan.

Berdasarkan pengukuran, rata-rata N-Gain Score mencapai 93,06 persen dan masuk dalam kategori tinggi.

Tidak hanya mengalami peningkatan pengetahuan, seluruh peserta juga menyatakan kegiatan tersebut bermanfaat dan mengaku termotivasi untuk mencoba membuat hidroponik secara mandiri di rumah masing-masing.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang dipadukan dengan praktik langsung dapat mempercepat penerimaan teknologi sederhana di tingkat rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, botol air mineral dan berbagai kemasan plastik sekali pakai yang sebelumnya berpotensi menjadi sampah dapat dimanfaatkan kembali sebagai sarana budidaya pangan.

Konsep tersebut sekaligus menghubungkan beberapa aspek penting, mulai dari pengurangan sampah plastik, pemanfaatan pekarangan, ketahanan pangan rumah tangga hingga pengembangan ekonomi hijau.

Dalam skala rumah tangga, hidroponik dari botol bekas dapat membantu menyediakan sayuran segar untuk kebutuhan konsumsi keluarga. Jika dilakukan secara konsisten dan mendapat pendampingan berkelanjutan, metode tersebut juga berpotensi dikembangkan menjadi usaha kecil berbasis sayuran hidroponik.

Dari Sampah Menjadi Sumber Pangan

Program ini memperlihatkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu membutuhkan teknologi mahal. Dengan kreativitas dan pengetahuan sederhana, barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dapat diubah menjadi sarana produktif.

Botol plastik bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah kini dapat memiliki fungsi baru sebagai wadah tanaman sekaligus mendukung produksi pangan skala rumah tangga.

Pendekatan tersebut dinilai berpotensi diterapkan di kawasan permukiman padat lainnya, terutama wilayah yang memiliki keterbatasan lahan namun ingin mengembangkan kegiatan bercocok tanam.

Hidroponik botol bekas menjadi salah satu contoh praktik green agriculture yang murah, mudah diterapkan dan adaptif terhadap kondisi lingkungan perkotaan.

Lebih dari sekadar mengajarkan cara menanam, kegiatan ini juga mendorong perubahan pola pikir masyarakat bahwa sampah plastik dapat dikelola kembali menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.

Dengan dukungan edukasi dan pendampingan yang berkelanjutan, gerakan sederhana dari lingkungan rumah tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi kebiasaan masyarakat dalam mengurangi sampah sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Lamcang Kuning beranggotakan:
Dr. Vonny Indah sari, S.TP, M.P
Dra. Neng Susi, M.P

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer