Pekanbaru (Nadariau.com) – Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) berhasil jadi peserta Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) ke-31, di Yogyakarta, pada tanggal 29 Augustus hingga 03 September 2018.
Ajang bergengsi ini baru pertama kali diikuti oleh Umri. Karena persaingan menjadi peserta Pimnas sangat ketat.
Dari belasan ribu perguruan tinggi di Indonesia, hanya 136 universitas negeri/swasta yang berhasil lolos seleksi.
Keberhasilan Umri dalam kegiatan yang diadakan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) itu patut dibanggakan.
Dimana, ajang seleksi paling bergengsi bagi mahasiswa sebagai perwakilan kampus ini, sepenuhnya akan dibiayai oleh Kemenristek Dikti yang setiap tahun selalu rutin dilaksanakan.
“Kita sangat bangga bisa masuk menjadi peserta Pimnas. Karena dalam acara itu, bendera masing-masing kampus akan dikibarkan. Maka bisa masuk ajang bergengsi ini adalah marwah bagi kampus,” kata Wakil Rektor I UMRI sekaligus pembimbing PKM UMRI, Sri Fitria Retnowaty SSI MT, Senin (06/08/2018).
Fitria menjelaskan, pada Pimnas ini, Umri mengangkat produk Jam Serat Tebu (JST) yang unik dan bernilai ekonomi tinggi.
Mahasiswa dari Tim PKM yang dikirim ke ajang Pimnas ke-31 sebagai perwakilan Umri ada lima orang. Yaitu Riri Gusvita, Hafis Novian, Yogi, Adi dan Juwita. Mereka adalah mahasiswa Fisika Fakultas MIPA.
“Semoga ini menjadi motivasi bagi para mahasiswa dan dosen lain untuk melakukan penelitian yang unik dan menarik,” harap Fitria.
Fitria bercerita kalau mereka tertarik mengelola limbah tebu menjadi aneka produk kerajinan bernilai tinggi, Karena mudah mendapatkan bahannya.
Proses pengerjaan JST juga sangat mudah dan cepat, namun dengan hasil yang berkualitas. Ini peluang bagus, untuk mengembangkan industri ekonomi kreatif bagi mahasiswa Umri.
“Harga jual JST juga sangat terjangkau, yakni sekitar Rp 100 ribu per buah. Pangsa pasarnya juga cukup banyak, karena bisa dijadikan souvenir khas Riau,” ungkap Fitria.
Dia juga menambahkan bahwa pada tahun ini, PKM UMRI mendapatkan 3 dana hibah dari Kemenristek Dikti yang bernilai puluhan juta rupiah.
Selain ajang Pimnas, Tim Penelitian PKM Umri tersebut juga akan mengikuti ajang Koperties Entreprenuer Award tahun 2018. (ind)


