Bandung-Nadariau.com- Tim dosen dan mahasiswa dari Telkom University sukses menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat (Abdimas) di Desa Banjarsari, Kecamatan Bayongbong, Kabupaten Garut pada Rabu, 29 Juli 2026. Kegiatan ini secara khusus berfokus pada Diseminasi dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Website Pengelolaan Sampah bagi para perangkat desa setempat.
Sejak tahun 2017, Desa Banjarsari telah memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan sampah melalui program bank sampah, pembuatan pupuk kompos, hingga budidaya maggot. Namun, inisiatif ini menghadapi tantangan berupa rendahnya partisipasi masyarakat. Hal ini disebabkan oleh kurangnya pemahaman mengenai manfaat ekonomi dan ekologis, serta tidak adanya transparansi data pengelolaan yang mudah diakses oleh warga.
Sebagai solusi, tim Abdimas Telkom University menghadirkan Sistem Informasi Pemilahan Sampah (SIPS). Aplikasi berbasis web yang dikembangkan menggunakan framework Laravel ini dirancang khusus untuk memfasilitasi operasional TPS 3R Banjarsari. Melalui sistem ini, petugas dapat mencatat setoran sampah, mengelola keanggotaan warga, memantau kinerja pemilahan, dan menghasilkan laporan secara terintegrasi.
Sistem ini membagi akses menjadi tiga peran utama: Admin (akses penuh termasuk pengaturan tarif dan laporan), Petugas (akses operasional harian untuk mencatat setoran), dan Warga (akses dasbor publik). Beberapa fitur teknis unggulan meliputi:
• Otomatisasi Keuangan Berbasis Jenis Sampah: Sistem membedakan sampah menjadi dua kategori. Sampah “Dipilah” memiliki nilai jual sehingga TPS membayar warga, sedangkan sampah “Tidak Dipilah” (campur) dikenai iuran yang harus dibayar warga ke TPS. Nilai ini dihitung secara otomatis berdasarkan tarif per kilogram yang diatur oleh Admin.
• Pencatatan Multi-Penyetor: Petugas lapangan dapat mencatat setoran dari banyak warga sekaligus dalam satu kali pengangkutan, meminimalisir input ganda dan kesalahan data.
• Transparansi Publik & Leaderboard: Sistem menyediakan Papan Peringkat (Leaderboard) yang ramah seluler (mobile-friendly) dan dapat diakses warga tanpa perlu login. Fitur ini menampilkan warga teraktif guna memicu semangat partisipasi, dengan tetap menjaga privasi dengan menyembunyikan Nomor Kartu Keluarga (KK).
• Analitik dan Ekspor Laporan: Tersedia grafik tren bulanan dan statistik per RW. Data setoran juga dapat diekspor ke Excel dalam format Perolehan, Pengelolaan, atau Detail sesuai standar TPS.
Implementasi dan pelatihan ini mendapatkan sambutan yang sangat hangat dari perangkat desa. Berdasarkan hasil kuesioner evaluasi pasca-kegiatan bertajuk “Pengembangan Visualisasi Data dari Pengelolaan Bank Sampah” yang diisi oleh perwakilan peserta, 100% responden menyatakan kepuasan maksimal (kombinasi Setuju dan Sangat Setuju) terhadap seluruh aspek pelaksanaan.
Melalui implementasi SIPS, Desa Banjarsari diharapkan mampu meningkatkan transparansi pengelolaan bank sampah. Visualisasi data yang terbuka diharapkan dapat menghapus anggapan bahwa program ini sekadar kewajiban administratif, melainkan sebuah gerakan ekonomi sirkular yang memberikan dampak positif nyata bagi lingkungan dan kesejahteraan warga.
Melalui adopsi teknologi website ini, Desa Banjarsari diharapkan mampu bertransformasi menjadi desa percontohan dalam digitalisasi pengelolaan sampah. Transparansi data yang dihadirkan diharapkan tidak lagi dipandang sebagai kewajiban administratif semata, melainkan mampu memicu partisipasi warga yang lebih luas demi mewujudkan ekosistem ekonomi sirkular yang produktif dan lingkungan yang lebih bersih.(Rls)


