Pekanbaru (Nadariau.com) – Program Koperasi Merah Putih (KKMP) yang digadang sebagai salah satu upaya memperpendek rantai distribusi sembako murah di masyarakat, kini tengah menjadi sorotan di Kota Pekanbaru.
Pasalnya, penghentian sementara distribusi minyak goreng “Minyak Kita” oleh Perum BULOG wilayah Riau dan Kepulauan Riau telah memasuki pekan kedua dan berdampak langsung pada pelaku UMKM.
Ketua KKMP Kelurahan Bambu Kuning, Kecamatan Tenayan Raya, Widde Munadir, menyampaikan kekecewaannya atas kebijakan tersebut. Menurutnya, penghentian distribusi ini membuat UMKM di wilayahnya kesulitan mendapatkan bahan pokok dengan harga stabil.
“Kami sangat menyayangkan penghentian sementara ini. KKMP sebenarnya menjadi mitra Bulog untuk memperlancar distribusi dan menekan harga minyak di pasaran. Tapi justru sekarang terjadi kelangkaan di tingkat koperasi,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran KKMP seharusnya dapat memperkuat peran distribusi pangan murah dan membantu menahan laju kenaikan harga minyak goreng yang bahkan mulai mendekati harga minyak premium di pasaran.
Selain persoalan penghentian distribusi, KKMP juga menyoroti adanya dugaan ketimpangan biaya distribusi. Menurut mereka, terdapat perbedaan signifikan antara pengambilan langsung dari gudang dan distribusi melalui pihak ketiga.
“Jika kami mengambil langsung ke gudang, biaya angkut hanya sekitar Rp500 sampai Rp700 per karton. Namun melalui pihak ketiga yang bekerja sama dengan Bulog, bisa mencapai Rp3.800 per karton. Ini tentu memberatkan,” kata Widde.
KKMP menilai kondisi ini berpotensi menciptakan ketidakseimbangan dalam sistem distribusi, bahkan membuka ruang monopoli jasa transportasi dalam rantai pasok sembako.
Di tengah situasi tersebut, KKMP berharap momentum Hari Jadi Kota Pekanbaru ke-242 dapat menjadi titik evaluasi bagi penguatan peran koperasi dalam sistem distribusi pangan nasional.
Mereka juga meminta perhatian pemerintah pusat agar KKMP di setiap daerah dapat diberi peran lebih besar sebagai distributor utama sembako, sejajar dengan Bulog, demi memperkuat kemandirian pangan dan menstabilkan harga di tingkat masyarakat.(sony)


