Bandung – Nadariau.com– Dosen Telkom University adakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk “Transformasi Data: Dari Validasi hingga Visualisasi” di Madrasah Aliyah Bina Islam (MABIM) Al Mawahib. Kegiatan yang melibatkan siswa kelas 10 hingga 12 serta para alumni ini menjadi momentum penting dalam memperkuat literasi data dan visual bagi keluarga besar madrasah. Seluruh rangkaian acara dikelola secara mandiri oleh panitia dari unsur siswa, yang menunjukkan kemandirian dan keterampilan manajerial yang luar biasa di bawah pendampingan pihak sekolah (9 Mei 2026).
Acara dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah yang memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas disiplin ini. Dalam pidatonya, kepala sekolah menekankan bahwa program ini diharapkan menjadi pembuka kerja sama untuk ke depannya. Dilanjutkan dengan sambutan dari ketua tim pengabdian masyarakat, penguasaan teknologi informasi bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan dasar bagi siswa agar mampu bersaing di masa depan.
Sinergi ilmu dimulai ketika tim dosen Telkom Unversity memberikan pemaparan mendalam mengenai strategi memilih data reliabel menggunakan parameter ketat, seperti akurasi, otoritas sumber, objektivitas, serta kebaruan (timeliness). Peserta diajak memahami Hierarki DIKW (Data, Information, Knowledge, Wisdom) untuk membedakan antara fakta mentah yang berserakan dengan wawasan mendalam yang bermanfaat bagi masyarakat.
Materi kemudian berlanjut ke ranah kreatif yang dipandu oleh dosen S1 Desain Komunikasi Visual (DKV) Telkom University, yang mengupas tuntas teknik menyederhanakan data kompleks menjadi infografis yang menarik secara estetika namun tetap informatif melalui framework DIKW.
Antusiasme peserta memuncak saat memasuki sesi diskusi, di mana para siswa melontarkan pertanyaan-pertanyaan kritis mengenai isu manipulasi data yang kerap terjadi saat ini serta bagaimana langkah nyata dalam menjaga keamanan data pribadi di internet. Diskusi ini tidak hanya berlangsung satu arah, karena para narasumber memberikan solusi praktis terkait etika dan perlindungan siber.
Setelah sesi materi, suasana menjadi lebih interaktif dalam sesi workshop yang dipandu langsung oleh tim dosen beserta mahasiswa. Dalam sesi praktis ini, para siswa dan alumni dibimbing secara intensif untuk melakukan proses verifikasi data, mulai dari identifikasi, pelacakan sumber, hingga peninjauan metode riset. Peserta mempraktikkan langsung cara merancang visualisasi data yang kredibel, sehingga ilmu yang didapatkan bisa segera diimplementasikan dalam tugas sekolah maupun kehidupan sehari-hari sebagai bentuk kontribusi nyata dalam membangun masa depan informasi yang sehat di Indonesia.


