Jumat, Mei 22, 2026
BerandaIndeksBerita SumbarPerantau IKLB IX Koto Pekanbaru Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Lintau Buo

Perantau IKLB IX Koto Pekanbaru Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir Lintau Buo

Lintau Buo (Nadariau.com) – Perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Lintau Buo IX Koto (IKLB) di Kota Pekanbaru menyalurkan bantuan senilai Rp21 juta kepada korban banjir bandang (Galodo) di Lintau Buo, Kamis (21/5/2026).

Bantuan diserahkan langsung oleh rombongan perantau yang dipimpin Ketua Umum IKLB IX Koto Parisman Ihwan, diwakili oleh Ketua Harian Yaswandi (Yos Taluk) bersama Penasihat Riko Pribadi, Sekretaris Umum Alwis, Bendahara Rony Oto, pengurus dan Bundo Kandung IKLB.

Yaswandi menjelaskan, dana tersebut dihimpun dari perantau Lintau Buo di Pekanbaru dan Riau. Berdasarkan kesepakatan pengurus, dana dibelanjakan langsung di daerah terdampak untuk mendukung perekonomian UMKM lokal.

“Bantuan yang kita salurkan berupa paket Sembako dan uang untuk membeli pakaian sekolah. Semua disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat korban bencana,” kata Yaswandi di lokasi penyaluran.

Penyaluran difokuskan ke empat nagari terdampak banjir bandang di wilayah IX Koto, yakni Nagari Tanjung Bonai, Nagari Tepi Selo, Nagari Buo dan Nagari Taluk. Koordinasi dilakukan dengan walinagari agar bantuan tepat sasaran.

Penasihat IKLB IX Koto Riko Pribadi mengatakan, aksi ini bentuk sosial perantau terhadap kampung halaman. Sehingga korban dapat terbantu dalam menghadapi musibah ini.

“Kami merasakan beratnya beban masyarakat korban banjir. Karena itu kami segera menggalang dana dan mengantarkannya langsung sambil bersilaturahmi dengan dunsanak yang terdampak di Lintau Buo,” ujar Riko.

Walinagari Taluk Pendi Aswil menyampaikan ucapan terimakasih atas kunjungan dan bantuan perantau. Menurutnya, kehadiran perantau menjadi penguat mental warga yang baru saja dilanda musibah.

“Bukan hadiahnya yang utama, tapi kehadiran dan perhatian perantau sudah menjadi obat bagi kami. Silaturahmi ini telah menguatkan mental kami yang dilanda banjir bandang pada Selasa (12/5/2026) pekan lalu,” kata Pendi, didamping oleh Anggota DPRD Tanah Datar Fraksi PDI Perjuangan Wendri Aswil, Sekretaris Camat Lintau Buo, Danramil, Ketua BPRN Taluk dan para kepala jorong, di Pos Utama Bencana, Setangkai, Taluk.

Pendi menyebutkan, banjir bandang ini belum pernah terjadi sejak zaman nenek moyangnya. Luapan air Batang Selo dan Batang Tompo akibat hujan deras telah merusak rumah, kedai nasi, sawah, kebun jagung, kandang ayam dan ternak warga di sebagian nagari di Lintau Buo.

Nagari Taluk adalah bencana paling besar dari nagari lain. Tercatat 80 Kepala Keluarga (KK) terdampak, 4 rumah hanyut dan 19 KK masih mengungsi di Posko BPBD di Setangkai Taluk. Pada peristiwa ini, tidak ada korban jiwa.

Atas musibah ini, Pemerintah Nagari Taluk telah menetapkan status tanggap darurat sejak 12-27 Mei 2026. Pemerintahan fokus pada penanganan utama yakni evakuasi korban, distribusi beras dan Sembako, serta pelaporan ke Pemkab Tanah Datar.

Bencana tersebut telah menyebabkan 7 jembatan putus, termasuk jembatan Jalan Provinsi, yang merupakan urat nadi satu-satunya penghubung Lintau-Sijunjung. Akibatnya, kendaraan roda dua dan empat harus memutar ke daerah lain melalui Nagari Tigojangko, Nagari Tanjung Bonai Aur dan Nagari Kumanis, untuk menuju tempat tujuan.

Pendi mengapresiasi respon cepat Pemda Tanah Datar yang telah memfasilitasi relokasi rumah di zona merah dan memperbaiki jembatan kampung. Ia berharap Pemprov Sumbar segera memperbaiki jembatan jalan provinsi agar akses masyarakat tidak lagi memutar ke daerah lain.

“Saat ini, kami sangat berharap agar Pemerintah Provinsi Sumbar segera memperbaiki dan membangun ulang jembatan penghubung Lintau-Sijunjung. Karena jembatan ini adalah akses satu-satunya jalan raya menuju Lintas Barat menuju Pulau Jawa,” jelas Pendi. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer