Selasa, Mei 19, 2026
BerandaHeadlinePolres Kampar dan Serdik Sespimmen Polri Bahas Strategi Green Policing Cegah Karhutla

Polres Kampar dan Serdik Sespimmen Polri Bahas Strategi Green Policing Cegah Karhutla

Kampar (Nadariau.com) — Polres Kampar menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bersama peserta didik Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen) Polri Dikreg ke-66 Tahun Akademik 2026 di Aula Sanika Satyawada Polres Kampar, Selasa (19/05/2026) siang.

Kegiatan tersebut mengangkat tema optimalisasi Green Policing dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) guna menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Kampar.

FGD yang dimulai sekitar pukul 11.50 WIB itu merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Profesi (KKP) peserta didik Sespimmen Polri. Forum tersebut turut melibatkan unsur pemerintah daerah, TNI, BPBD, tokoh masyarakat, pelajar hingga pegiat lingkungan.

Hadir dalam kegiatan itu Ketua Tim Pendamping Pokjar Serdik Brigjen Pol. Turman Sormin Siregar beserta tim, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang, Danramil 01/Bangkinang Mayor Inf. Marwan Parapat mewakili Dandim 0313/KPR, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Refizal.

Selain itu hadir pula perwakilan BPBD Kampar Adi Chandra Lukita, Wakapolres Kampar Kompol Rizki Hidayat, para pejabat utama Polres Kampar, Kapolsek jajaran, tokoh agama, tokoh masyarakat, LSM pemerhati lingkungan hingga pelajar tingkat SLTA se-Kabupaten Kampar.

Dalam sambutannya, Kapolres Kampar AKBP Boby Putra Ramadhan Sebayang menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan hanya bagian dari proses pendidikan peserta didik Sespimmen, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi persoalan lingkungan dan keamanan daerah.

“Di Kabupaten Kampar kami telah menjalankan berbagai program strategis yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat dan Kapolda Riau, mulai dari Program MBG, Green Policing melalui pembangunan Bank Pohon, hingga program pengamanan kamtibmas seperti RADAR, RAGA dan JALUR,” ujar Kapolres.

Kapolres juga memaparkan progres pembangunan jembatan yang dilakukan Polres Kampar sebagai bentuk dukungan terhadap program Presiden Republik Indonesia melalui Kapolri.

“Pada tahap pertama kami telah menyelesaikan pembangunan dua jembatan. Saat ini tahap kedua sedang berjalan dengan pembangunan tujuh jembatan yang diharapkan mampu memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Tim KKP Brigjen Pol. Turman Sormin Siregar mengapresiasi dukungan Polres Kampar dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, KKP menjadi bagian penting dalam meningkatkan kemampuan manajerial dan kepemimpinan peserta didik Sespimmen Polri.

Ia menegaskan bahwa penanggulangan Karhutla merupakan isu prioritas nasional, khususnya di Provinsi Riau yang setiap tahunnya rawan mengalami kebakaran hutan dan lahan saat musim kemarau.

“Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh stakeholder. Selain itu, tantangan kamtibmas saat ini juga semakin kompleks, termasuk penyalahgunaan narkoba dan penyebaran disinformasi di media sosial,” katanya.

Turman juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi digital serta deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan di ruang digital.

“Perkembangan teknologi informasi membawa tantangan baru. Karena itu diperlukan penguatan komunikasi publik dan deteksi dini guna menjaga stabilitas kamtibmas,” tegasnya.

Usai sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata dari Brigjen Pol. Turman Sormin Siregar kepada Kapolres Kampar sebagai bentuk apresiasi atas dukungan pelaksanaan KKP.

Forum kemudian berlanjut dengan sesi wawancara dan diskusi interaktif yang membahas berbagai strategi pencegahan Karhutla, mulai dari pendekatan berbasis masyarakat, edukasi lingkungan sejak dini, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendeteksi titik panas secara cepat.

Perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar turut memaparkan kebijakan daerah terkait pengelolaan lingkungan, sementara BPBD Kampar menjelaskan mekanisme penanganan darurat saat terjadi Karhutla.

Tokoh masyarakat dan perwakilan LSM juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian hutan dan lahan agar ancaman Karhutla dapat diminimalisir.

Hasil diskusi tersebut nantinya akan menjadi bahan masukan bagi Polres Kampar bersama stakeholder terkait dalam menyusun kebijakan dan program kerja yang lebih efektif guna mendukung Green Policing serta menjaga stabilitas kamtibmas di Kabupaten Kampar.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer