Selasa, Agustus 18, 2026
BerandaHeadlineHUT RI ke-81, Tim Gabungan Polres Bengkalis Tetap Berjibaku Padamkan Karhutla

HUT RI ke-81, Tim Gabungan Polres Bengkalis Tetap Berjibaku Padamkan Karhutla

Bengkalis (Nadariau.com) – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih membayangi Kabupaten Bengkalis.

Di tengah suasana peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, jajaran Polres Bengkalis bersama TNI, Manggala Agni, BPBD, Masyarakat Peduli Api (MPA), pemerintah desa dan warga tetap berjibaku menangani tiga titik Karhutla, Senin (17/8/2026).

Penanganan dilakukan di tiga wilayah, yakni Kecamatan Pinggir, Mandau dan Bengkalis. Tim gabungan tidak hanya fokus memadamkan api, tetapi juga melakukan pendinginan, pengecekan dan penutupan (closing) lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang kembali menyala.

Di Kecamatan Pinggir, Kapolsek Pinggir Kompol Agung Rama Setiawan bersama tim gabungan melanjutkan proses pendinginan Karhutla yang telah memasuki hari kesembilan di Jalan Reformasi RT 002/RW 006, Dusun Tambusu, Desa Buluh Apo.

Kebakaran diperkirakan melanda sekitar 12 hektare lahan masyarakat yang terdiri atas semak belukar dan tanaman kelapa sawit yang tidak terawat.

Kondisi tanah yang kering, cuaca panas serta embusan angin kencang menjadi tantangan bagi petugas dalam memastikan seluruh area benar-benar aman dari bara api.

Sebanyak 22 personel dikerahkan dengan dukungan tiga unit mini striker, sekitar 15 rol selang berukuran 1,5 inci dan tiga nozzle. Sumber air untuk proses pemadaman dan pendinginan memanfaatkan kanal yang berada di sekitar lokasi.

Lokasi tersebut sebelumnya terpantau sebagai hotspot pada 16 Agustus 2026. Meski kobaran api telah berhasil dipadamkan, petugas tetap melakukan pendinginan dan pemantauan secara intensif karena kondisi lahan yang kering berpotensi memunculkan kembali bara api.

Sementara penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

Di Kecamatan Mandau, personel Polsek Mandau bersama Koramil 03 Mandau, Manggala Agni dan BPBD melakukan pengecekan sekaligus closing di Jalan Tangkahan Tegar, ujung Kanal Atiam, Kelurahan Pematang Pudu, yang berbatasan langsung dengan Desa Buluh Apo.

Lahan masyarakat yang terdampak diperkirakan mencapai 10 hektare.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, api telah padam setelah kawasan tersebut sebelumnya diguyur hujan dengan intensitas sedang pada Jumat (14/8/2026).

Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan tidak ada lagi api aktif maupun titik panas yang berpotensi kembali memicu kebakaran.

Penanganan Karhutla juga dilakukan di Jalan Utama Gang Telon, Desa Temberan, Kecamatan Bengkalis. Kebakaran yang diketahui sejak Minggu (16/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB tersebut menghanguskan sekitar 1,5 hektare lahan masyarakat.

Lahan yang terbakar berada di kawasan tanah gambut dan ditanami sawit, karet serta sagu.

Kondisi gambut yang kering, cuaca panas, angin kencang dan terbatasnya sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan.

Sebanyak 15 personel BPBD, tiga personel Polri serta sekitar 20 perangkat desa dan masyarakat dikerahkan untuk melakukan pemadaman secara bertahap. Petugas didukung dua unit mini striker, 20 rol selang, dua nozzle dan dua selang isap.

Tim juga melakukan pemetaan sumber air, membagi personel ke sejumlah titik sebaran api serta melakukan pendinginan secara menyeluruh untuk mencegah bara kembali menyala.

Sebagian besar titik api berhasil dipadamkan dan proses penanganan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan aman.

Dugaan awal, kebakaran di lokasi tersebut berasal dari aktivitas pembakaran tumpukan sampah. Petugas telah melakukan pemeriksaan lokasi dan mengamankan sisa tumpukan sampah yang diduga dibakar.

Namun, penyebab pasti kebakaran maupun ada atau tidaknya unsur pidana masih dalam proses penyelidikan.

Polres Bengkalis menegaskan penanganan Karhutla akan terus dilakukan secara cepat, terukur dan berkelanjutan dengan mengedepankan sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Manggala Agni, BPBD, MPA serta masyarakat.

Upaya tersebut penting dilakukan mengingat kondisi cuaca panas dan angin kencang dapat mempercepat penyebaran api, terutama di lahan gambut dan kawasan yang memiliki vegetasi kering.

Masyarakat juga kembali diingatkan agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan.

Hingga Senin sore, kondisi di tiga lokasi Karhutla tersebut secara umum aman dan terkendali. Meski demikian, personel gabungan masih bersiaga dan melakukan pemantauan guna memastikan tidak muncul kembali titik api yang dapat berkembang menjadi kebakaran lebih luas.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer