Senin, Mei 11, 2026
BerandaUncategorizedBerbekal Pengalaman Bidang Pemerintahan Dan Swasta Zulpakar, SE, M.Si Siap Bertarung Pada...

Berbekal Pengalaman Bidang Pemerintahan Dan Swasta Zulpakar, SE, M.Si Siap Bertarung Pada Pilpeng Bagan Jawa 2026

Rokan Hilir (Nadariau Com ) – Setelah terbitnya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 16 Tahun 2026, yang ditetapkan 27 Maret 2026, menjadi landasan terbaru pelaksanaan Pilkades.

Adapun turunannya dituangkan dalam Peraturan Bupati Rokan Hilir Nomor : 14 Tahun 2023 tanggal 29 Mei 2023 tentang Perubahan, Kedua Atas Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2020 Tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Pemilihan Penghulu.

Selain itu Peraturan Bupati Rokan Hilir Nomor : 15 Tahun 2023 tanggal 29 Mei 2023 tentang telaksanaan Pemilihan Penghulu Secara Serentak dan Bergelombang,  Interval Waktu Pelaksanaan Pemilihan Penghulu secara serentak dan bergelombang sebagaimana dimaksud pada ayat (2) adalah sebagai berikut.

Pemilihan Penghulu Tahap Kesatu dilaksanakan Tahun 2023 sampai dengan Tahun 2024, Pemilihan Penghulu Tahap Kedua dilaksanakan Tahun 2025, sampai dengan Tahun 2026, dan Pemilihan Penghulu Tahap Ketiga dilaksanakan Tahun 2027 sampai dengan Tahun 2028.

Menjelang Perhelatan Pemilihan Penghulu (PILPENG) 2026 serentak dimana ada sebanyak 123 Pemilihan Kepenghuluan pada Tahap Kedua ini yang di perkirakan pelaksanaannya bulan Agustus – September 2026, dimana salah satunya Kepenghuluan Bagan Jawa  yang ikut dalam kontestasi pada Pemilihan Penghulu (PilPeng) mendatang,

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Penghulu (Pilpeng) serentak tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hilir, sejumlah nama mulai mencuat. Salah satunya adalah Zulpakar, SE, M.Si, putra kelahiran Kubu tahun 1974 dan sudah 23 tahun tinggal dan berdomisili di Kepenghuluan Bagan Jawa, Kecamatan Bangko, dimana kediaman pribadinya Jl. Sempurna, RT. 015/RW.003 Bagan Jawa.

Mendengar nama Zulpakar SE, MSi sudahm mencuat mau bertarung calon penghulu Bagan Jawa, kemudian media ini langsung mengkonfirmasi beberapa masyarakat Kepenghuluan Bagan Jawa bahwa mereka mengatakan yakin saudara Zulpakar SE, M,Si  mempunyai segudang pengalaman begitu luas di berbagai bidang pekerjaan dan ilmu serta punya pemikiran yang VISIONER ke depan, mampu memprediksi tren dan merancang strategi tentang tata kelola pemerintahan dan pembangunan yang merata di Kepenghulaun Bagan Jawa.

“Beliau mempunyai wawasan  Luas: Memiliki imajinasi kuat mengenai kemungkinan-kemungkinan baru

Adaptif & Inovatif, Cepat beradaptasi terhadap perubahan dan berani mengambil risiko untuk mewujudkan ide serta Inspiratif: Mampu menginspirasi orang lain untuk bersama-sama mencapai tujuan jangka panjang.” Jelasnya Senin 11 Mei 2026.

Sementara itu Zulpakar SE, M,Si setelah dikonfirmasi mengatakan bahwa dirinya memang benar dan beliau mengakui beberapa hari ini ada sejumlah tokoh

Setelah media mengkonfirmasi kepada Zulpakar memang benar beberapa hari ini ada sejumlah tokoh masyarakat, pemuda dan tokoh agama, bahkan Ketua RT/RW di Kepenghuluan Bagan Jawa meminta dirinya  untuk berpartisipasi mengikuti kontestasi dan perhelatan Pemilihan Penghulu Bagan Jawa tahun 2026 ini.

” Saya hanya bisa menjawab kalau amanah itu ikhlas diberikan saya juga siap menjalankannya dalam rangka untuk Pembenahan dan Perubahan secara menyeluruh terhadap Tata Kelola Pemerintahan Kepenghukuan Bagan Jawa yang menurut saya selama ini belum baik dan masih jalan di tempat, di mana Kepenghuluan Bagan Jawa sekarang terdiri ; 41 RT, 10 RW, 4 Dusun, dengan Data Pemilih Tetap Pada Pilkada Pilgub/Wagub dan Pilbup/Wabup yang lalu sebanyak 13 TPS yang terdiri dari Pemilih Laki-laki ; 2.770 jiwa dan Pemilih Perempuan ; 2.027 dengan jumlah Total DPT ; 4.797 jiwa, dengan data yang ada sangat signifikan untuk pembenahan suatu pemerintahan suatu kepenghuluan.” Jelasnya.

Menurut Zulpakar masyarakat Bagan Jawa adalah miniatur masyarakatnya heterogen kelompok sosial yang terdiri dari individu-individu dengan latar belakang yang beragam, mencakup perbedaan suku bangsa, ras, agama, budaya, bahasa, di mana di Kepenghulaun Bagan Jawa ada beberapa etnis, suku Melayu, Jawa, Batak, Tionghoa dan lain-lain.

” Tapi kesemuanya itu terbingkai dalam kekompakan masyarakat Bagan Jawa, saya melihat Masyarakat Bagan Jawa sangat kompak dan mempunyai persatuan yang kuat dan kokoh, dibidang tata kelola Pemerintahan Kepenghuluan Bagan Jawa sebenarnya sudah mulai bagus, tapi terkadang ada beberapa oknum yang sengaja membuat jalannya pemerintahan Kepenghuluan tidak stabil, saya melihat selama ini beberapa yang pernah menjabat sebagai Penghulu kurang sejalan dengan BPKeb, baik dalam menyusun APBKep maupun pelaksanaannya , terkadang BPKep hanya dibawa sewaktu seperlunya dan boleh dikatakan hanya tukang stempel, kedepan ini tidak boleh terjadi lagi, bagaimana suatu kepenghuluan mau maju, sementara antara Penghulu dan BPKeb nya tidak pernah “duduk semeja” alias tidak ada komunikasi yang baik untuk tercapainya kemajuan dalam hal mengayomi kepentingan masyarakat, untuk itu kalau saya diberikan amanah saya akan benahi secara menyeluruh, saya akan buka ruang dialog dengan semua lapisan masyarakat,” Ungkapnya.

Lebih lanjut Zulpakar menegaskan dirinya maju sebagai Bakal Calon (Balon) Penghulu tekadnya adalah untuk membawa perubahan bagi masyarakat Bagan Jawa dengan mengusung slogan visi misi yang jelas dan terukur, diantaranya adalah.

Visi:

“Mewujudkan Kepenghulaun Bagan Jawa yang Maju, Mandiri, dan Transparan melalui Pelayanan Berbasis Digital dan Tata Kelola Pemerintahan yang Akuntabel.”

Misi:

Pelayanan Publik: Meningkatkan kinerja aparatur Kepenghuluan yang profesional dan berjiwa pelayanan prima dengan dukungan teknologi informasi.

Transparansi Keuangan, Mewujudkan pengelolaan Dana Kepenghuluan yang terbuka dan dapat diakses oleh seluruh masyarakat secara berkala.

Digitalisasi Desa: Membangun sistem administrasi dan basis data Kepenghuluan berbasis digital untuk mempermudah urusan surat-menyurat warga.

Sinergi Kelembagaan: Meningkatkan koordinasi yang harmonis antara Pemerintah Kepenghuluan dengan BPKep, RT/RW, dan tokoh masyarakat

“Membangun Kepenghulaun Sejahtera, Mandiri, dan Berdaya Saing melalui Optimalisasi Potensi Ekonomi Lokal dan Pemberdayaan Masyarakat.”

Mewujudkan Masyarakat Kepenghuluan yang Agamis, Harmonis, Bermartabat, dan Berakhlak Mulia dalam Bingkai Gotong Royong.”

Penguatan BUMDes: Mengembangkan Badan Usaha Milik Kepenghuluan (BUMKep) sebagai pilar ekonomi untuk menciptakan lapangan kerja baru.

Sektor Pertanian: Meningkatkan produksi dan kualitas hasil tani, nelayan, melalui bantuan alat mesin pertanian

UMKM & Kreativitas: Memberikan pelatihan wirausaha dan bantuan modal bagi kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Infrastruktur Ekonomi: Melaksanakan pembangunan jalan usaha tani dan sarana publik berdasarkan skala prioritas dan keadilan.

Fokus pada Sosial & Religius meningkatkan kegiatan keagamaan dan mendukung sarana pendidikan non-formal (seperti guru TPQ, PAUD, dan Madin).

Kesehatan & Sosial: Meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat Kepenghuluan dan pengadaan mobil siaga untuk keperluan darurat warga.

Kepemudaan: Menumbuhkan peran aktif Karang Taruna dalam kegiatan positif melalui pembinaan olahraga dan seni budaya.

Keamanan: Meningkatkan sistem keamanan lingkungan (Siskamling) guna mewujudkan rasa aman dan nyaman bagi seluruh warga.

Di sisi lain Zulpakar, SE, M.Si mengatakan jika dirinya diamanahkan menjbat sebagai penghulu Bagan Jawa pastinya beliau akan menerapkan penyelenggaraan Pemerintahan Kepenghuluan Bagan Jawa yang bersih (clean government) berlandaskan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (Good Governance), memastikan birokrasi bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) serta berorientasi pada pelayanan publik.

Dimana kata Zulpakar harus mengedepankan prinsip, Transparansi (Transparency), Keterbukaan dalam setiap proses kebijakan dan informasi publik agar mudah diakses oleh pihak yang berkepentingan, Responsivitas (Responsiveness): Lembaga pemerintahan harus berusaha melayani setiap pemangku kepentingan dengan cepat dan tepat. Efektivitas dan Efisiensi (Effectiveness and Efficiency): Proses dan lembaga menghasilkan sesuai kebutuhan dengan menggunakan sumber daya seoptimal mungkin.

” Akuntabilitas (Accountability): Para pengambil keputusan bertanggung jawab kepada publik dan lembaga pemangku kepentingan, Prinsip Utama Transparansi Pemerintah Kepenghuluan,” Terangnya.

Tidak hanya itu Zulpakar juga mempermudah informasi agar masyarakat dapat dengan mudah mengakses dokumen, data, dan kebijakan publik, kemudian Keterbukaan Proses, sehingga Keputusan penting diambil secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

” Begitu juga Kejujuran Informasi: Informasi yang diberikan harus jujur, jelas, dan lengkap, dan Pengelolaan Anggaran Terbuka seperti Penggunaan anggaran (termasuk APBKep) dapat dipantau langsung oleh warga.

Manfaat Transparansi Pemerintahan ini sangat penting tujuannya untuk meningkatkan Partisipasi Warga: Mempermudah masyarakat dalam mengawasi dan mengevaluasi kinerja pemerintah Kepenghuluan.” Tegasnya.

Terakhir Zulpakar, SE, M.Si menegaskan apabila dirinya terpilih siap menyumbangkan tenaga dan pikiran  sepenuh waktu serta berkomitmen sebagai bentuk Pengabdian pada Kepenghuluan Bagan Jawa.

” Insyaallah jika saya terpilih nanti sebagai Penghulu Bagan Jawa, Honorarium/Gaji selama menjabat jadi Penghulu tidak akan diambil, tetapi saya sumbangkan untuk membantu masyarakat kurang mampu, fakir miskin, anak yatim piatu serta membantu bagi masyarakat yang melakukan hajatan/pesta nikah atau masyarakat yang di timpa kemalangan/ meninggal. Program ini adalah komitmen pribadi saya bukan dari anggaran pemerintahan Kepenghuluan, secara teknis penyalurannya nanti di kelola oleh staf Kepenghuluan.” Tutupnya.

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer