Pekanbaru (nadariau.com) – Tokoh masyarakat Umbansari Kecamatan Rumbai menyayangkan sikap arogan Yayasan Prayoga Riau dan SLB Santa Lucia yang enggan menjalankan kesepakatan hasil mediasi.
“Anehnya, justru saat ini pihak SLB Santa Lucia tidak mau menjalankan rekomendasi hasil mediasi di kantor camat. Hal ini menunjukan sikap arogansi pihak Yayasan Prayoga Riau dan SLB Santa Lucia,” ujar Jasman, salah satu tokoh masyarakat Umbansari yang menghadiri mediasi yang difasilitasi pihak Kecamatan Rumbai, kemaren.
Mediasi dihadiri pihak Yayasan Prayoga Riau, SLB Santa Lucia, pihak kelurahan, RT, tokoh pemuda, masyarakat dan warga Umbansari yang terdampak limpahan air dari SLB.
Mediasi digelar pihak Kecamatan Rumbai sebagai salah satu upaya menyelesaikan konflik lingkungan antara warga Umbansari dan SLB Santa Lucia. Sekolah yang ada di bawah payung Yayasan Prayoga Riau tersebut dituding telah abai dalam pembangunan sekolah tersebut sehingga menimbulkan kerugian bagi warga sekitar. Salah satunya berupa ”air bah’ yang diduga berasal dari lingkungan sekolah dan menimbulkan kerusakan rumah warga di bawahnya.
“Harusnya pihak yayasan prayoga riau bersikap bijak dengan mengikuti keputusan bersama yang pihak SLB sepakati bahkan permintaan mereka dipenuhi oleh warga tapi dengan catatan mereka ikuti aturan yang telah direkomendasikan PUPR Pekanbaru dan berkoordinasi kembali dengan warga agar tidak berdampak ke warga,” ujar Jasman.
Pada prinsipnya warga merespon positif keberadaan mereka namun jika seperti ini cara mereka yang telah dengan sepihak membatalkan kesepakatan bersama itu sama saja mereka tidak menghargai pemerintah yang telah berusaha memediasi agar tidak terjadi konflik di masyarakat.
Menurut Jasman dengan sikap mereka yang berubah ini justru memancing polemik kembali di masyarakat yang resah karena saat ini musim hujan dan mereka takut banjir menghantam rumahnya lagi.
“Sekali lagi saya selaku yang dituakan selangkah dan ditinggikan setingkat oleh warga di RT 03 RW 12 Kelurahan Umbansari dan saya juga hadir saat mediasi tersebut, mengingatkan kembali kepada yayasan prayoga riau agar kita kembali kepada keputusan mediasi lalu agar situasi di masyarakat kondusif,” tutup Jasman. (***)


