Pekanbaru (Nadariau.com) – Sebelum seorang investor melakukan investasi reksadana, sangat disarankan untuk menganalisis dan mengevaluasi kinerja instrumen investasi terlebih dahulu. Karena hal tersebut berguna agar investor menemukan jenis Reksadana yang paling sesuai.
Idealnya, terdapat tiga rasio yang dapat mengukur kinerja Reksadana, yaitu Sharpe Ratio, Treynor Ratio dan Jansen Ration. Masing-masing rasio memiliki keunggulan dalam kemampuan menganalisis kinerja investasi Anda.
Jika Anda membutuhkan pedoman dalam menganalisis kinerja Reksadana secara optimal, maka simak pembahasan komprehensif terkait penggunaan rasio di atas pada artikel kali ini.
Perbedaan Rasio Sharpe, Treynor dan Jansen dalam Mengukur Kinerja Reksadana
Reksadana menjadi salah satu jenis investasi yang terus popular karena pertumbuhannya yang cukup menarik. Di Indonesia sendiri, jumlah investor yang memilih instrumen ini terus meningkat signifikan.
Meskipun begitu, perlu adanya analisis dan evaluasi secara berkala terkait kinerja Reksadana. Tidak sulit untuk mengukur kinerja portofolio reksadana Anda karena cukup memilih untuk menggunakan rasio Sharpe, Treynor atau Jansen.
Untuk lebih jelas mengenai perbedaan masing-masing rasio, Anda dapat menyimak pembahasannya berikut ini:
Sharpe Ratio
Sharpe Ratio banyak digunakan pada tahun 1960-an karena diperkenalkan langsung oleh penemunya, yait oleh William F. Sharpe. Metode ini menggunakan perhitungan tingkat return (imbal hasil) Reksadana yang dibandingkan dengan aset bebas risiko.
Aspek standar deviasi juga digunakan oleh metode ini sebagai cerminan total risiko sebuah portofolio Reksadana. Jadi, total risiko terdiri dari risiko pasar dan risiko portofolio itu sendiri.
Jika dirumuskan, metode Sharpe Ratio dapat dirumuskan sebagai berikut:
Indeks Sharpe =
(Return Reksadana – Return Investasi Bebas Risiko) :
Standar Deviasi Reksadana
Sehingga berdasarkan rumus tersebut, semakin tinggi nilai Sharpe Ratio artinya semakin baik kinerja Reksadana Anda. Penggunaan metode Sharpe Ratio ini juga mampu membandingkan kinerja portofolio reksadana satu dengan yang lainnya.
Treynor Ratio
Metode kedua yang dapat digunakan untuk menganalisis kinerja investasi reksadana Anda adalah Treynor Ratio. Rasio ini mampu mengukur risk-adjusted return yang dibandingkan dengan excess return terhadap risiko sistematis (Beta = β)
Jika Sharpe Ratio menggunakan deviasi standar (total volatilitas), maka Treynor Ratio hanya menghitung risiko pasar yang tidak dapat dihilangkan melalui proses diversifikasi. Sehingga rumus yang dapat digunakan adalah:
Indeks Treynor = (Return Portofolio – Risk free rate) : Beta portofolio
Sehingga semakin baik nilai rasio yang berhasil dihitung menggunakan metode Treynor, maka semakin baik imbal hasil tambahan yang Anda dapatkan dari setiap unit risiko pasar.
Jensen Ratio
Mengukur kinerja reksadana dengan rasio Jensen artinya Anda menghitung excess return yang dihasilkan oleh sebuah portofolio reksadana.
Metode ini disebut juga sebagai Alpha, yang mana dapat mengukur seberapa banyak kemampuan manajer investasi untuk menghasilkan imbal hasil di atas rata-rata. Jadi, sebuah portofolio akan menghasilkan hasil positif jika Alpha yang dihasilkan positif.
Sehingga, rumus yang dapat digunakan pada metode Jensen adalah sebagai berikut:
Indeks Jensen =
Return portofolio – [risk free rate + Beta portofolio
(return pasar – risk free rate)]
Waktu yang tepat untuk menggunakan metode Jensen ini adalah saat Anda ingin mengevaluasi portofolio Reksadana dan portofolio saham secara keseluruhan pada pasar uang.

Bagaimana Cara Memilih Rasio yang Tepat?
Lalu, di antara ketiga rasio pengukuran kinerja Reksadana di atas, Anda mungkin bertanya-tanya metode mana yang paling tepat untuk digunakan. Pertama-tama, Anda dapat menganalisis fund fact sheet portofolio reksadana terlebih dahulu.
Setelah itu, penggunaan metode Sharpe, Jensen dan Treynor dapat digunakan sama baiknya untuk mengevaluasi dan membandingkan produk Reksadana Anda dengan produk reksadana lain yang sejenis.
Karena memilih instrumen reksadana dengan melihat hasil pengukuran rasio di atas dapat menghasilkan pengukuran perbandingan return dengan risiko suatu portofolio.
Hal ini penting bagi Anda yang ingin mengevaluasi kinerja reksadana dari aspek besar kecil dana kelola dan pergerakan NAB reksadana. Rasio-rasio di atas juga mampu memberikan layanan atau informasi yang secara tidak langsung terlihat dalam pergerakan nilai aset reksadana.
Memilih Perbankan Prioritas DBS Treasures Dapat Mengoptimalkan Kinerja Investasi Reksadana Anda!
Penjelasan di atas dapat Anda pahami bahwa mengukur kinerja reksadana dapat menggunakan tiga metode atau indeks, yaitu Sharpe Ratio, Treynor Ratio dan Jensen Ratio. Ketiganya masih relevan digunakan, tergantung dari aspek portofolio mana yang ingin dihitung dan dibandingkan.
Jika Anda ingin mendapatkan laporan perhitungan kinerja reksadana yang lengkap dan transparan, Anda dapat memilih perbankan prioritas DBS Treasures sebagai mitra investasi terpercaya.
Dengan perbankan prioritas DBS Treasures Anda dapat menikmati kemudahan karena adanya insight bermanfaat dari para tim ahli untuk membimbing Anda menjadi investor yang aktif dan efisien. Penggunaan strategi diversifikasi juga dapat mencegah adanya risiko investasi lebih tinggi.
Lebih dari itu, kehadiran Aplikasi DBS digibank memudahkan Anda untuk berinvestasi 24/7 hanya dengan satu genggaman. Sehingga, aktivitas jual, beli, swtiching dan registrasi SID (Single Investor Identification) menjadi lebih cepat.
Anda juga akan mendapat dukungan dari analisis pasar terkurasi dari tim ahli finansial yang mengomunikasikannya dan mendapatkan peluang terkini yang sudah disesuaikan dengan profil risiko dan kebutuhan portofolio Anda, dimotori Artificial Intelligence/Machine Learning (AI- ML). Insight tersebut dilengkapi solusi terkurasi terkait investasi (Grow) dan asuransi (Protect), sehingga Anda dapat cepat dan yakin berinvestasi melalui media sesuai preferensi.
Pelajari metode rasio penghitungan kinerja investasi Reksadana Anda agar imbal hasil terus optimal. Atau, serahkan portofolio aset Anda untuk dikelola oleh tim profesional perbankan prioritas DBS Treasures. (*rls)


