Jumat, Januari 30, 2026
BerandaHeadlineBBKSDA Riau Luruskan Isu Warga Diterkam Harimau di Sungai Apit

BBKSDA Riau Luruskan Isu Warga Diterkam Harimau di Sungai Apit

Siak (Nadariau.com) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat terkait kabar seorang warga Desa Teluk Masjid, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, yang disebut-sebut diterkam Harimau Sumatera.

Kepala Bidang Teknis BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menegaskan bahwa berdasarkan hasil pengecekan langsung di lapangan, tidak ditemukan adanya kasus serangan harimau terhadap manusia.

“Informasi warga diterkam harimau tidak benar. Yang terjadi adalah perjumpaan langsung antara manusia dan Harimau Sumatera,” ujar Ujang, Sabtu (10/01/2026).

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (08/01/2026) sekitar pukul 19.00 WIB di RT 02/RW 07 Dusun 04, Desa Teluk Masjid. Saat itu, seorang warga bernama Zulfikar hendak menyusul dua rekannya yang lebih dulu pergi memancing di area perkebunan sawit milik Koperasi Tinera Jaya.

Dalam perjalanan, Zulfikar melihat sorot mata dari kejauhan dan mengira itu adalah sapi. Namun setelah diarahkan cahaya senter, ia terkejut karena yang terlihat adalah seekor Harimau Sumatera dengan jarak sekitar empat meter, terpisah oleh sebuah parit.

“Korban langsung menjauh dan menyelamatkan diri ke pondok pekerja koperasi, lalu memperingatkan rekan-rekannya agar segera berlindung,” jelas Ujang.

BBKSDA Riau juga membantah informasi lain yang menyebutkan banyak sapi dilepas di sekitar lokasi perjumpaan tersebut.

“Hasil konfirmasi dengan pemerintah desa menyatakan sapi yang dilepas tidak berada di area kejadian,” tegasnya.

Dari hasil pengecekan lapangan bersama perangkat desa, tim BBKSDA Riau menemukan jejak Harimau Sumatera berukuran sekitar 12 sentimeter, yang diperkirakan berasal dari satu individu. Jejak tersebut ditemukan di koordinat 1,047200 LU dan 102,155600 BT.

“Lokasi perjumpaan berada di kawasan APL perkebunan sawit, sementara arah jejak menuju kawasan Hutan Produksi yang berjarak sekitar empat kilometer dari lokasi,” tambah Ujang.

Sebagai langkah antisipasi, BBKSDA Riau telah melakukan sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di sekitar perkebunan dan kawasan hutan.

“Kami mengimbau warga tidak beraktivitas sendirian, sebaiknya berkelompok, serta menghindari aktivitas pada pagi, sore, dan malam hari yang merupakan waktu aktif Harimau Sumatera,” katanya.

BBKSDA Riau juga meminta masyarakat segera melapor kepada petugas, Babinsa, atau Bhabinkamtibmas apabila menemukan kembali tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut.

“Pemantauan akan terus kami lakukan guna memastikan keamanan masyarakat sekaligus mencegah konflik antara manusia dan satwa liar,” tutup Ujang.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer