Kuansing (NadaRiau.com)- Seorang karyawan PT Sinar Utama Nabati (SUN), Rido (34), dilaporkan tewas seketika di lokasi kejadian setelah sebuah tabung perebusan Tandan Kosong (Jangkos) meledak hebat pada Rabu (07/01/2026). Namun hal tersebut terkesan di tutupi perusahaan.
Meninggalnya salah seorang karyawan PT. SUN diduga akibat ledakan salah satu tabung pembakaran jangkos, yang menyebabkan pemuda 34 tahun itu tertimbun tumpukan Janjangan kosong yang tengah diroses.
Meledaknya tabung itu dikabarkan akibat kelalaian perusahaan yang membuatkan kebocoran tabung hingga menyebabkan ledakan dan menghilangkan nyawa salah seorang karyawan di perusahaan yang telah diambil alih PT. Ybs tersebut.
Hal itu disampaikan salah seorang warga setempat yang mengatakan, bahwasanya kebocoran itu sudah pernah disampaikan korban ke manajemen perusahaan namun hal itu diabaikan pihak manajemen perusahaan.
“Tabung pembakaran jangkos meledak, karna bocor, rekannya bilang itu sudah pernah dilaporkan ke manajemen, dan manajemen menilai itu masih layak, itu yang disampaikan rekan korban,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Guna mengungkap kebenaran itu, NadaRiau. Comenvoba berkomunikasi dengan pihak perusahaan, namun tidak ada jawaban pasti dari perusahaan, sehingga hal ini terkesan di tutupi.
Menejer PT. Sun Sukiman, Fernando staf Ssl dan Dedi KTU perusahaan yang dikonfirmasi melalui pesan whasap dan panggilan telpon hingga kiniw masih belum memberikan respon terkait hal ini. Manajemen perusahaan, manajer hingga KTU perusahaan kompak tutupi kejadian tersebut.
Sehingga memunculkan dugaan pelanggaran UU Ketenagakerjaan (UU 13/2003) dan turunannya seperti PP 35/2021, tentang ketenagakerjaan, yang mengatur tentang keselamatan serta gak gak karyawan hingga sangsi pelanggaran.
Hingga berita ini ditayangkan, pajak manajemen perusahaan masih belum memberika terang reaminya. (DONI)


