Pelalawan (Nadariau.com) – Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau, Yohanes Tulak Todingrara, bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meninjau langsung kondisi Jalan Lintas Timur di Kabupaten Pelalawan, Minggu (21/12/2025).
Peninjauan ini dilakukan sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi arus mudik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), sekaligus mengantisipasi potensi banjir di sejumlah titik rawan.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Riau, AKBP Dasril, BPJN Riau, Jasa Raharja, Dinas Perhubungan serta Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Riskian Hanafi.
Yohanes menjelaskan, BPJN telah menyiapkan sekitar 12 posko siaga Nataru di ruas jalan nasional mulai dari Pekanbaru hingga perbatasan Sumatera Utara, termasuk jalur menuju Sumatera Barat. Posko tersebut berfungsi ganda sebagai pos pelayanan mudik dan pos siaga bencana.
“Untuk wilayah Pelalawan, titik yang sering terdampak banjir berada di KM 73 hingga KM 83, dengan panjang genangan mencapai sekitar 10 kilometer. Dalam dua tahun terakhir, lokasi ini memang kerap terendam banjir,” ujar Yohanes.
Ia menyebutkan, pada titik tertinggi di KM 83, ketinggian air saat banjir dapat mencapai lebih dari satu meter.
Sebagai langkah antisipasi, BPJN telah menyiapkan posko darurat di atas jembatan serta menyiagakan petugas pemandu jalan saat kondisi jalan tergenang.
“Kami juga menyiapkan alat berat untuk evakuasi, jika ada kendaraan yang keluar jalur atau terjebak banjir,” jelasnya.
Selain di Pelalawan, banjir juga terpantau di ruas Jalan Mangkapan–Buton, Kabupaten Siak, dengan genangan sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer. Banjir di wilayah tersebut disebabkan oleh pasang laut (rob) dengan ketinggian air sekitar 20–30 sentimeter, yang terjadi sejak 17 Desember 2025.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk pengaturan lalu lintas. Harapannya, kondisi ini segera surut dan tidak mengganggu arus mudik,” kata Yohanes.
Meski terdapat genangan di beberapa titik, Yohanes memastikan kondisi jalan nasional secara umum masih dalam keadaan baik. BPJN juga terus melakukan perbaikan, termasuk penambalan lubang jalan serta perataan bahu jalan yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan tambahan, BPJN menyiapkan posko siaga di KM 106, yang akan dioptimalkan selama masa mudik dan balik Nataru. Alat berat juga disiagakan untuk merespons cepat jika terjadi kondisi darurat.
“Intinya, kami berupaya maksimal agar arus lalu lintas Nataru tetap aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat,” pungkasnya.(sony)


