Sabtu, Maret 7, 2026
BerandaIndeksEkonomiPenerimaan Pajak Riau Hingga Agustus 2025 Tembus Rp8,79 Triliun

Penerimaan Pajak Riau Hingga Agustus 2025 Tembus Rp8,79 Triliun

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) Riau mencatat penerimaan negara dari sektor pajak hingga Agustus 2025 mencapai Rp8,79 triliun. Angka ini setara dengan 49,55 persen dari target tahunan sebesar Rp17,75 triliun.

Target tersebut lebih rendah dibandingkan tahun 2024. Hal ini sejalan dengan Pasal 464 Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, yang mengatur perubahan pengadministrasian Wajib Pajak Cabang serta Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Mulai tahun pajak 2025, administrasi dilakukan terpusat berdasarkan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) sesuai domisili atau kedudukan wajib pajak.

“Secara keseluruhan, penerimaan bruto pajak di bulan Juli mengalami peningkatan 4,56 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” ungkap Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Riau, Bambang Setiawan, Selasa (23/09/2025).

Meski demikian, kelompok pajak PPN secara neto tercatat mengalami kontraksi sebesar 10,14 persen. Begitu juga dengan kelompok PPh yang turun 20,79 persen, terutama karena perubahan penerimaan dari PPh Pasal 21 dan PPh Pasal 26 pada sektor administrasi pemerintah, serta meningkatnya jumlah restitusi.

Sebaliknya, pertumbuhan signifikan tercatat pada kelompok pajak lainnya. Penerimaan dari bunga penagihan dan deposit pajak melesat hingga 21.145,88 persen.

Dari sisi kepatuhan, jumlah Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan yang disampaikan wajib pajak di Riau mencapai 376.961 SPT, atau 89,12 persen dari target 408.329 SPT. Rinciannya terdiri atas 298.384 SPT Orang Pribadi Karyawan, 56.854 SPT Orang Pribadi Non-Karyawan, dan 21.723 SPT Badan, dengan total 368.843 SPT.

Menghadapi dinamika ekonomi 2025, Kanwil DJP Riau menegaskan akan terus berinovasi serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, instansi, lembaga, asosiasi, hingga pihak swasta untuk mengoptimalkan penerimaan negara dari sektor pajak.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer