Kamis, Mei 14, 2026
BerandaHeadlineKapolda Riau : Tragedi Dua Bocah Tewas di Kolam Galian Ilegal Jadi...

Kapolda Riau : Tragedi Dua Bocah Tewas di Kolam Galian Ilegal Jadi Tamparan Keras

Pekanbaru (Nadariau.com) – Tragedi meninggalnya dua bocah kakak-beradik di kolam bekas galian bata ilegal di Tenayan Raya, Pekanbaru, menyisakan duka mendalam sekaligus menjadi peringatan keras bagi semua pihak.

Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menegaskan bahwa insiden memilukan ini harus menjadi momentum untuk menertibkan aktivitas pertambangan ilegal yang masih marak terjadi.

“Ini tamparan keras bagi saya selaku Kapolda Riau, juga bagi seluruh stakeholder dan Pemerintah Kota Pekanbaru. Kita semua harus lebih serius menertibkan aktivitas pertambangan ilegal,” tegas Irjen Herry saat melayat ke rumah duka keluarga Daeli, Selasa (09/09/2025).

Kapolda mengingatkan bahwa Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batu Bara secara tegas melarang praktik tambang ilegal. Menurutnya, usaha galian bata harus memenuhi standar keselamatan, kesehatan, serta kewajiban rehabilitasi lingkungan.

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti kediaman keluarga Daeli di Jalan Badak Ujung, Kelurahan Tuah Negeri, Kecamatan Tenayan Raya. Tangis histeris pecah saat jenazah Marta Meirlina Daeli (11) dan adiknya, Jefrianus Daeli (8), tiba di rumah duka setelah menjalani pemeriksaan di RS Bhayangkara Pekanbaru.

Kedua bocah malang itu ditemukan meninggal dunia di kolam bekas galian, sekitar 300 meter dari rumah mereka, Selasa pagi. Sehari sebelumnya, Senin (08/09/2025), keduanya dilaporkan hilang.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Bery Juana Putra, menjelaskan bahwa korban diduga tenggelam saat bermain di sekitar kolam dengan kedalaman mencapai 1,5 meter. Namun, polisi tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti dan kemungkinan adanya unsur lain.

“Orang tua kami imbau agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama di sekitar lokasi berbahaya seperti kolam bekas galian atau area rawan tenggelam,” kata Kompol Bery.

Hingga siang hari, suasana haru masih terasa di rumah duka. Puluhan warga silih berganti datang untuk memberikan doa dan penguatan kepada keluarga yang tengah larut dalam kesedihan mendalam.

“Semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujar Kapolda Riau.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer