Pekanbaru (Nadariau.com) – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menerima penghargaan dari Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), H. Abdul Kadir Karding, S.Pi., M.Si., atas komitmennya dalam memberantas praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan penyelundupan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal.
Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Karding dalam seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Deklarasi Pencegahan PMI Ilegal serta Anti-TPPO yang berlangsung di Aula Tribrata Mapolda Riau, Pekanbaru, Kamis (17/07/2025).

Selain Kapolda Riau, penghargaan serupa juga diberikan kepada Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Kombes Pol Asep Darmawan dan Kasat Reskrim Polres Dumai atas kontribusi aktif mereka dalam pengungkapan jaringan TPPO lintas daerah.
“Kami mengapresiasi kinerja luar biasa dari Polda Riau dalam pencegahan dan penindakan penyelundupan pekerja migran ilegal. Ini bukan hanya prestasi, tapi bentuk nyata perlindungan terhadap warga negara,” ujar Menteri Karding.
Menteri Karding mengatakan, sepanjang tahun 2025 ini saja Polda Riau berhasil menyelamatkan 100 orang calon PMI dari jeratan sindikat TPPO. Dari jumlah tersebut, sebanyak 78 orang merupakan laki-laki dan 22 orang perempuan. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan nyaris dikirim secara ilegal ke luar negeri.
“Polda Riau juga telah mengamankan 11 tersangka yang terdiri dari 10 laki-laki dan 1 perempuan, yang kini sedang menjalani proses hukum. Ini bukti bahwa aparat bekerja serius dalam melindungi rakyat dari kejahatan perdagangan manusia,” tegasnya.
Karding juga mengingatkan bahwa posisi geografis Riau yang berbatasan langsung dengan Malaysia dan Singapura membuat wilayah ini menjadi titik rawan penyelundupan manusia.
“Banyak jalur tikus di sepanjang pesisir dan perbatasan yang kerap dimanfaatkan sindikat TPPO. Maka, butuh kerja ekstra dan sinergi antar lembaga untuk menutup celah ini,” katanya.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyambut baik penghargaan tersebut merupakan energi positif untuk meningkatkan kinerja jajarannya dalam memberantas kejahatan kemanusiaan.
“Apresiasi ini menjadi energi positif bagi kami. Ini bukti nyata kolaborasi antara Kepolisian dan Kementerian P2MI dalam menyelamatkan masa depan anak bangsa. Kami akan terus bekerja keras dan tak kompromi terhadap sindikat perdagangan manusia,” kata Irjen Herry.
Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Polda Riau sebagai salah satu garda terdepan dalam memerangi TPPO, serta memperlihatkan sinergi kuat antara aparat penegak hukum dan pemerintah pusat dalam upaya melindungi PMI dari eksploitasi lintas negara.(sony)


