Pekanbaru (Nadariau.com) – DPRD Provinsi Riau akan mengevaluasi anggaran KPU Riau. Hal ini terkait masih rendahnya tingkat pemilih pada Pemilihan Gubernur Riau (Pilgubri) tanggal 27 Juni 2018 lalu.
Wakil Ketua DPRD Riau menjelaskan, anggaran KPU yang akan evaluasi, diantaranya terutama yang berkaitan dengan anggaran sosialisasi pemilih
Hal ini mengingat rendahnya tingkat partisipasi yang hanya 59% dari target 77,5%.
“Akan kita pertanyakan nanti penggunaan anggaran terutama yang berhubungan dengan kegiatan sosialisasi. Â Apa-apa saja kegiatamnya, mengingat masih ada masyarakat yang tidak tahu adanya pelaksanaan Pilkada ini, terutama di daerah-daerah apalagi yang pelosok. Â Tentunya jadi berhubungan dengan tingkat partisipasi pemilih,” katanya, Rabu (11/07/2018).
Disampailkan juga oleh Politisi Demokrat Dapil Kota Pekanbaru ini, bahkan ada juga masyarakat itu yang tidak tahu akan calon-calo yang akan bersaing.
Sehingga membuat masyarakat jadi enggan datang ke TPS atau menggunaka  hak suaranya.
“Kita akui sistim Pilkada sudah berubah dengan dibatasinya APK (Alat Peraga Kampanye, red) dan titik pemasangan,” tambahnya sembari menyebutkan hal itu bukan jadi alasan.
Untuk itu menirut sapaan akrab Deded ini., pihaknya akan mengevaluasi seperti apa penggunaan anggaran yang mencapai ratusan rupiah tersebut.
“Penggunaan anggaran yang dilakukan akan dilihat juga dengan upaya yang dilakukan. Â Jadi hasil dengan upaya sebanding atau tidak, yang terpenting itu adalah hasilnya,” kata warga Rumbai Kota Pekanbaru ini juga. (ind)


