Pekanbaru (Nadariau.com) – Orang Jepang yang mewakili negaranya menjalin kerjasama pengadaan kerjasama tenaga kerja dengan Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Sehingga, lulusan UMRI yang berminat bisa langsung bekerja di Negara Sakura tersebut.
Pihak Jepang itu langsung hadir di acara Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XXXI Tahun Akademik 2025/2026, UMRI dengan mewisuda 1.351 lulusan, pada hari Sabtu (24/10) di Ballroom SKA Co Ex Pekanbaru.
“Pada acara bersejarah ini, kita telah menjalin hubungan kerjasama dengan pihak Jepang. Sehingga bagi lulusan yang berminat bisa langsung mendaftar di kampus untuk menjadi tenaga kerja di Jepang,” kata Rektor UMRI Dr Saidul Amin.
Saidul menjelaskan, sebelum menjadi berangkat, calon tenaga kerja akan diberikan pelatihan selama enam bulan. Pelatihan ini meliputi kursus bahasa, pengenalan budaya dan kursus bidang pekerjaan yang di butuhkan.
Sehingga saat bekerja, calon tenaga kerja tadi sudah siap dan memiliki keahlian serta kemampuan dibidang pekerjaannya. Termasuk telah mudah melakukan komunikasi dengan tenaga kerja lain dan bisa menyesuaikan budaya bersama masyarakat setempat.
“Saat ini pihak dari Jepang itu membutuhkan calon tenaga kerja bidang permesinan. Maka sekarang menjadi kesempatan bagi lulusan khusus bidang mesin untuk mengadu peruntungan di Negara Sakura tersebut,” kata Saidul Amin.
Diakui, tingkat pertumbuhan penduduk Jepang sangat sesikit dari tahun ke tahun. Sehingga jumlah tenaga kerja sangat sedikit. Maka mereka memilih UMRI bekerjasama untuk menyalurkan lulusan sebagai tenaga kerja.
“Pesan saya para lulusan sudah dibekali ilmu agama dan teknologi. Maka dimana saja berada, kita harus bisa memanfaatkan ilmu itu untuk diri sendiri dan lingkungan. Sehingga kita bisa menjadi pencerah dan turut bermanfaat ditempat dimana saja kita berada,” jelas Saidul Amin. (alin)


