Sabtu, Oktober 24, 2026
BerandaHeadlineDihadiri 17.500 Peserta, Fanny Jossy Berencana Gelar KKR Pemuda Riau Lebih Besar...

Dihadiri 17.500 Peserta, Fanny Jossy Berencana Gelar KKR Pemuda Riau Lebih Besar Tahun Depan

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR) Pemuda 2026 Provinsi Riau sukses digelar di Hall A Basket Rumbai, Pekanbaru, Jumat (23/10/2026).

Kegiatan yang mengusung tema “Generasi Muda Bangkit Bersatu, Bertumbuh, Berdampak” tersebut dihadiri sekitar 17.500 peserta dari berbagai daerah di Riau hingga luar provinsi.

Antusiasme peserta yang membludak menjadi kejutan tersendiri bagi panitia. Pasalnya, kapasitas awal yang dipersiapkan hanya sekitar 15.000 orang. Tingginya minat generasi muda untuk mengikuti kegiatan tersebut bahkan membuat sejumlah peserta yang datang dari jauh tidak dapat tertampung.

Ketua Umum Panitia KKR Pemuda 2026 Provinsi Riau, Fanny Jossy, mengatakan kegiatan ini lahir dari kerinduan untuk membawa generasi muda semakin dekat kepada Tuhan, meninggalkan kehidupan yang bertentangan dengan nilai-nilai iman, serta kembali aktif beribadah dan terlibat dalam pelayanan gereja.

Menurut Fanny, KKR Pemuda 2026 merupakan kegiatan perdana berskala Provinsi Riau yang secara khusus melibatkan generasi muda dari berbagai gereja. Ia berharap kegiatan tersebut menjadi awal kebangkitan rohani sekaligus momentum perubahan positif bagi anak-anak muda.

“Harapan kami, melalui KKR ini, banyak anak muda yang mengalami perubahan dalam kehidupan sehari-hari. Mereka bisa memberikan dampak positif bagi keluarga, lingkungan, gereja, daerah, bahkan Indonesia,” kata Fanny, Sabtu (24/10/2026).

Fanny yang juga menjabat sebagai Ketua Bhayangkari Cabang 03 Korsabhara mengungkapkan, gagasan penyelenggaraan KKR Pemuda tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi sebagian generasi muda yang mulai menjauh dari kehidupan bergereja.

Ia menilai, ada berbagai latar belakang yang dapat memengaruhi kondisi tersebut, mulai dari pergaulan, kekecewaan terhadap lingkungan gereja, hingga persoalan keluarga.

Karena itu, panitia berkolaborasi dengan gereja-gereja di Provinsi Riau untuk menghadirkan kegiatan rohani yang dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk kembali memperkuat iman, membangun karakter, dan menemukan lingkungan pergaulan yang positif.

Dalam pelaksanaannya, KKR Pemuda 2026 menghadirkan sejumlah pengisi acara, di antaranya pendeta Marcell, serta musisi rohani Sari Simorangkir, Franky Kuncoro, dan Putri Siagian.

Fanny menjelaskan, pemilihan pengisi acara juga mempertimbangkan kedekatan mereka dengan kalangan anak muda. Gaya penyampaian firman Tuhan yang komunikatif dan diselingi humor diharapkan dapat membuat pesan rohani lebih mudah diterima peserta.

Besarnya antusiasme peserta tidak hanya terlihat dari jumlah kehadiran warga Pekanbaru. Panitia juga menerima peserta dari sejumlah kabupaten di Riau, seperti Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kampar, Kuantan Singingi, dan Pelalawan.

Bahkan, peserta dari luar Provinsi Riau turut hadir untuk mengikuti kegiatan tersebut.

“Awalnya kami tidak berpikir acaranya akan sebesar ini. Kapasitas yang kami persiapkan sekitar 15.000 orang, tetapi ternyata antusiasme peserta luar biasa. Yang membuat kami takjub, bukan hanya dari Pekanbaru, tetapi juga dari kabupaten-kabupaten di Riau dan luar provinsi,” ungkapnya.

Meski bersyukur atas tingginya partisipasi, Fanny mengaku menyayangkan keterbatasan kapasitas lokasi yang menyebabkan sebagian peserta tidak dapat mengikuti kegiatan tersebut.

Pengalaman itu, katanya, menjadi bahan evaluasi bagi panitia untuk penyelenggaraan berikutnya. Ia berencana menggelar KKR Pemuda dengan skala yang lebih besar pada tahun depan, termasuk menyiapkan lokasi yang mampu menampung lebih banyak peserta.

“Kami sebagai panitia tentu bersyukur melihat antusiasme yang luar biasa ini. Namun, kami juga merasa sedih karena ada peserta yang sudah datang jauh-jauh tetapi tidak bisa masuk karena keterbatasan kapasitas. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk mempersiapkan tempat yang lebih besar pada kegiatan berikutnya,” jelas Fanny.

Ia berharap KKR Pemuda tidak berhenti sebagai kegiatan satu kali, tetapi dapat dilaksanakan secara berkelanjutan pada tahun-tahun mendatang. Dengan demikian, semangat kebangkitan rohani yang dibangun melalui kegiatan tersebut dapat terus terpelihara.

Fanny juga mendorong gereja-gereja di Riau agar mengambil peran aktif dalam membimbing generasi muda di lingkungan masing-masing, sehingga perubahan positif yang diharapkan dapat berlanjut setelah kegiatan selesai.

Selain membawa pesan kerohanian, penyelenggaraan KKR Pemuda 2026 juga memberikan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi acara.

Fanny menyebutkan, berdasarkan laporan yang diterima panitia dari para pelaku UMKM, kegiatan tersebut membantu meningkatkan penjualan mereka.

Bahkan, salah satu laporan yang diterima panitia menyebutkan omzet pelaku UMKM telah mencapai sekitar Rp15 juta pada pukul 18.00 WIB. Angka tersebut masih berpotensi meningkat hingga acara berakhir.

“Teman-teman UMKM menyampaikan kepada kami bahwa omzet yang mereka dapatkan cukup besar. Pada pukul 18.00 WIB saja, ada yang melaporkan omzet sekitar Rp15 juta. Kami berharap sampai acara selesai nilainya bisa mencapai Rp45 juta atau bahkan lebih,” katanya.

Menurut Fanny, hal tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi panitia karena kegiatan rohani yang diselenggarakan juga dapat memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat.

Dukungan Gereja dan Pemerintah Jadi Kekuatan

Fanny mengungkapkan, pemilihan Riau sebagai lokasi kegiatan bukan tanpa alasan. Selain masih memiliki kedekatan emosional dengan daerah tersebut meski tidak lagi berdinas di Riau, ia menilai masyarakat, gereja-gereja, dan pemerintah daerah memiliki semangat kebersamaan yang kuat.

Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai gereja dalam kepanitiaan serta dukungan pemerintah daerah dan unsur kepolisian terhadap penyelenggaraan KKR Pemuda 2026.

Menurutnya, dukungan lintas pihak tersebut menjadi salah satu faktor penting yang membuat kegiatan berskala besar itu dapat terlaksana.

“Saya masih punya hati untuk Riau. Masyarakatnya baik dan gereja-gerejanya kompak. Saya merasa tidak bekerja sendiri karena banyak pihak yang membantu. Pemerintah daerah dan Polda Riau juga memberikan dukungan,” ungkapnya.

Ia menilai, dukungan tersebut menunjukkan pentingnya kebersamaan dalam mendukung kegiatan keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Ke depan, Fanny berharap sinergi antara panitia, gereja-gereja, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat agar kegiatan serupa mampu menjangkau lebih banyak anak muda.

Melalui KKR Pemuda 2026, ia ingin generasi muda tidak hanya mengalami penguatan iman, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang membawa pengaruh positif bagi keluarga, lingkungan sosial, gereja, serta pembangunan Provinsi Riau dan Indonesia.

“Harapan kami, anak-anak muda ini benar-benar mengalami perubahan hidup dan menjadi berkat bagi orang-orang di sekitarnya. Kami ingin kegiatan seperti ini terus berlanjut, sehingga semakin banyak generasi muda yang bangkit, bertumbuh, dan berdampak,” tutupnya.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer