Jumat, Oktober 9, 2026
BerandaHeadlineIni Panduan #Cari_Aman Naik Motor Menembus Kabut Asap di Riau

Ini Panduan #Cari_Aman Naik Motor Menembus Kabut Asap di Riau

Kampar (Nadariau.com) – Ditengah kepungan kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah, jalan raya bertransformasi menjadi medan yang penuh risiko bagi para pengendaranya.

Bagi para pecinta roda dua, jarak pandang terbatas (low visibility) bukan sekadar tantangan manuver, melainkan ujian nyata terhadap kesadaran keselamatan di atas aspal. Kesiapan kendaraan dan teknik berkendara yang tepat menjadi kunci mutlak agar tetap selamat sampai tujuan.

PT Capella Dinamik Nusantara (Capella Honda) selaku distributor sepeda motor Honda di wilayah Riau memberikan tips #Cari_Aman berekendara saat dilanda kabut asap melalui Arif Rahman H, Instruktur Safety Riding yang tersertifikasi.

Yakni periksa perlengkapan Berkendara (Riding Gear)
Keselamatan di tengah jarak pandang terbatas dimulai dari perlengkapan yang melekat di tubuh pengendara. Riding Gear memegang peranan krusial untuk memastikan rider tetap aman dan terdeteksi oleh pengguna jalan lain.

Helm Full Face dengan Visor Bening (Clear Visor), penggunaan visor transparan yang bersih menjadi syarat wajib agar visibilitas tetap maksimal. Kaca helm yang gelap (smoke/tinted) justru memangkas pencahayaan alami yang sudah sangat minim di tengah pekatnya asap.

Jaket Reflektif dan Sarung Tangan, mengaplikasikan prinsip be seen (mudah terlihat), penggunaan jaket beraksen reflective strip membantu memperjelas kontur pengendara di mata pengemudi lain dari jarak jauh.

Masker Respirator (N95/KN95), menjaga kualitas udara yang dihirup pengendara agar suplai oksigen ke otak tetap stabil, mencegah pusing dan penurunan konsentrasi akibat paparan partikel mikro PM2.5.

Optimalkan fitur keamanan dan pencahayaan kendaraan
penguasaan terhadap instrumen sepeda motor menjadi benteng pertahanan berikutnya saat melibas rute berselimut asap.

Sistem pencahayaan utama (Low Beam), aktifkan lampu dekat untuk menembus kabut tanpa memicu pantulan balik (backscatter) cahaya yang justru menyilaukan mata pengendara sendiri.

Pengereman terukur (Combi Brake System/CBS), abu sisa kebakaran yang bercampur kelembapan udara berpotensi menurunkan daya cengkeram ban. Gunakan kombinasi pengereman depan dan belakang secara halus serta bertahap guna menghindari risiko locked wheel atau selip.

Penegasan Fungsi Lampu Sein, hindari penggunaan lampu hazard saat kendaraan bergerak. Penggunaan indikator sein secara tepat merupakan bentuk komunikasi visual yang valid saat hendak berpindah lajur atau menepi.

Prediksi bahaya saat berkendara
menghadapi kondisi blind spot akibat bencana asap menuntut penyesuaian gaya berkendara yang lebih defensif dan terukur.

Menjaga Jarak Aman, Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan minimal 3 detik untuk memberikan ruang manuver dan pengereman darurat yang memadai.

Pemanfaatan Marka Sisi Kiri, Jadikan garis putih di bahu jalan sebelah kiri sebagai panduan visual utama agar posisi motor tidak melenceng ke tengah jalur lawan.

Konfirmasi aman, manfaatkan klakson dengan ketukan singkat sebagai isyarat keberadaan saat memasuki area persimpangan atau tikungan dengan jarak pandang sangat terbatas.

Melalui edukasi ini, Capella Honda berharap para pengendara sepeda motor dapat lebih waspada dan disiplin dalam menerapkan teknik berkendara yang aman di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Utamakan keselamatan dengan selalu memeriksa kesiapan fisik, kelengkapan riding gear, serta kondisi kendaraan sebelum berpergian.

“Mari bersama-sama wujudkan lalu lintas yang aman dan tertib dengan selalu menerapkan semangat #Cari_Aman di setiap perjalanan”, tutup Arif. (dw)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer