Pekanbaru (Nadariau.com) – Berbagai upaya dilakukan Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan untuk mencegah dan mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau.
Langkah pencegahan tersebut tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan, tetapi juga mengedepankan upaya preemtif dan persuasif dengan melibatkan masyarakat, tokoh agama, serta tokoh masyarakat.
Mulai dari imbauan secara langsung kepada masyarakat, penyebaran Maklumat Kapolda Riau melalui jajaran Polres dan Polsek, patroli serta penegakan hukum, hingga pendekatan keagamaan melalui kegiatan Tabligh Akbar.
Salah satunya digelar di Kabupaten Rokan Hilir, Selasa (22/9/2026) kemareb. Dalam kegiatan tersebut, Kapolda Riau menghadirkan Tuan Guru Ustaz Abdul Somad untuk menyampaikan pesan keagamaan sekaligus mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diingatkan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari upaya meneladani akhlak Rasulullah SAW yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Merusak lingkungan bukan hanya dapat berhadapan dengan hukum, tetapi juga bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Pesan tersebut menjadi bagian dari Tabligh Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dengan tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW sebagai Rahmat bagi Alam, Mewujudkan Green Policing yang Berkelanjutan.”
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam, serta jajaran Forkopimda Kabupaten Rokan Hilir.
Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan mengatakan, Tabligh Akbar tersebut bukan sekadar kegiatan keagamaan, tetapi menjadi momentum untuk menyatukan ilmu, dakwah, dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, pesan menjaga lingkungan perlu disampaikan melalui berbagai pendekatan agar semakin kuat tertanam di tengah masyarakat.
“Menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu institusi, melainkan tanggung jawab moral dan keagamaan kita bersama. Kami mengajak warga tidak mencemari sungai, tidak membakar lahan, dan tidak merusak hutan. Itu adalah wujud nyata Green Policing yang kami dorong,” kata Irjen Herry.
Ia menegaskan, upaya pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat dalam menjaga hutan, lahan, sungai, dan lingkungan sekitar.
Sementara itu, Bupati Rokan Hilir H. Bistamam menyambut baik pelaksanaan Tabligh Akbar tersebut. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat mempererat persatuan sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Kami Pemerintah Daerah akan terus bersinergi dengan kepolisian, TNI, tokoh agama, dan tokoh masyarakat untuk mencegah terjadinya karhutla demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan,” kata Bupati.
Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah bersama dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan melalui penindakan setelah kebakaran terjadi, tetapi juga melalui edukasi, pendekatan keagamaan, dan penguatan kesadaran untuk menjaga alam.
Dengan pendekatan penegakan hukum, pencegahan, edukasi, serta dakwah, Polda Riau terus mendorong terwujudnya Green Policing yang berkelanjutan di Bumi Lancang Kuning.(sony)


