Pekanbaru (Nadariau.com) – Sebanyak 3.738 mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi mengikuti rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan Masa Taaruf (Masta) yang berlangsung pada 16–18 September 2026.
Acara ini terasa istimewa lantaran dihadiri langsung oleh sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang datang memberikan motivasi serta dukungan secara penuh.
Pada hari pertama, Rabu (16/9/2026), Menteri Koordinator Bidang Pangan RI Dr Zulkifli Hasan hadir membuka kegiatan sekaligus memberikan kuliah umum.
Kehadiran pejabat negara berlanjut pada hari kedua, Kamis (17/9/2026), dengan kedatangan Menteri Pertanian RI Dr Ir Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Luar Negeri RI Anis Matta.
Dalam orasi motivasinya, Andi Amran Sulaiman yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional menyampaikan bahwa sukses bukanlah hal yang mustahil untuk diraih oleh generasi muda. Ia berpesan agar para mahasiswa baru terus bekerja keras dan menjaga integritas.
”Kalau mau sukses, kuncinya jujur, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, konsisten, dan jangan pernah melukai hati orang tua. Sukses itu bukan karena nama besar perguruan tingginya, tapi dari karakter individunya. Change your mindset, you can change your life,” ujar Amran di hadapan ribuan mahasiswa yang menyambutnya dengan riuh tepuk tangan.
Peluncuran Program Ketahanan Pangan Berbasis Kampus
Momen PKKMB dan Masta tahun ini juga dimanfaatkan UMRI untuk meluncurkan Program Ketahanan Pangan Nasional berbasis kampus.
Langkah ini mendapat apresiasi langsung dari Kementerian Pertanian berupa penyaluran bantuan bibit, di antaranya 1.000 benih jagung untuk 10 hektar lahan, benih kelapa untuk 10 hektar, hingga benih nanas.
Rektor UMRI Dr Saidul Amin, menjelaskan bahwa seluruh lahan kosong milik kampus maupun Muhammadiyah akan difungsikan secara produktif. Hal ini guna mendukung ketahanan pangan sekaligus menyokong dana pendidikan mahasiswa kurang mampu.
”Semua tanah kosong milik UMRI dan Muhammadiyah akan kita tanami. Tidak ada lagi lahan yang nganggur. Hasilnya nanti jadi one stop solution untuk membiayai mahasiswa kita yang membutuhkan bantuan,” ungkap Saidul. (alin)


