Rabu, Agustus 19, 2026
BerandaRegionalRohilAPH Harus Bongkar Kinerja Aset Disdikbud Rohil Lantaran Para Guru Mulai Resah

APH Harus Bongkar Kinerja Aset Disdikbud Rohil Lantaran Para Guru Mulai Resah

Rokan Hili ( Nadariau Com ) – Sejumlah kepala sekolah SD / SMP di Kabupaten Rokan Hilir ( Rohil ), Riau merasa resah lantaran setiap pemeriksaan aset mereka mengeluarkan biaya lima ratus ribu ( 500.000 ) rupiah.

Pengeluaran biaya tersebut lantaran pihak sekolah diduga merasa takut jika kalengkapan aset sekolah kurang memadai atau ada kekurangan.

Mirisnya lagi tidak hanya mengeluarkan biaya lima ratus ribu rupiah melainkan para guru juga mengeluarkan biaya verifikasi.

Tidak hanya itu bahkan, pihak aset Disdikbud Rokan Hilir,  melakukan pemeriksaan aset di sekolah ada juga tidak waktu hari kedinasan yaitu hari Sabtu.

Dalam hal ini salah satu guru yang enggan namanya disebutkan mengaku bahwa beban mereka terasa berat sekali sebab untuk meluruskan pembiayaan itu mereka hanya menggunakam dana ( BOS ).

Program dari Disdikbud Rohil ini setiap tahunnya dilakukan pemeriksaan barang aset di sekolah SD dan SMP se Kabupaten Rokan Hilir (sebanyak 515 Sekolah). Disdikbud Rohil juga telah menunjuk salah satu PNS inisial R bertugas sebagai pemeriksa barang atau Aset

Petugas Pemeriksaan Aset inisial R ini di bekali dengan SPPD dengan melakukan konfirmasi akan melakukan pemeriksaan Aset ke sekolah-sekolah sekolah SD dan SMP.

Dalam tugas tersebut petugas melakukan tupoksinya yaitu memeriksa kelengkapan Aset yang telah di beli oleh pihak sekolah SD dan SMP.

Meskipun demikian para kepsek mengakui bahwa petugas pemeriksa barang dari Disdikbud Rohil sangat disiplin dan sangat menguasai bidang tersebut.

Akan tetapi entah kenapa, para kepsek mengeluarkan biaya setiap adanya kegiatan pemeriksaan barang aset sekolah memberikan sejumlah uang kepada petugas tersebut.

” Ia, besok dia ke sekolah kami (Kecamatan Bangko) dalam rangka memeriksa aset,” ucap Nara sumber yang merupakan seorang Kepsek juga kepada media ini Selasa 18 Agustus 2026.

Terkait adanya penerimaan uang (Dugaan Pungli)  pada saat kegiatan pemeriksaan Aset di sekolah-sekolah baik  sekolah SD maupun SMP se Kabupaten Rokan Hilir, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Rokan Hilir Muhammad Nur Hidayat SH.,MH., membenarkan bahwa petugas tersebut di bekali dengan SPT dan SPPD.

Namun ia menegaskan bahwa dalam pekerjaan tersebut petugas yang di tunjuk tidak boleh menerima uang dari pihak Sekolah.

” Ya benar ada penugasannya dan di bekali dengan SPPD, petugas tersebut tidak boleh meminta dan menerima uang, terima kasih atas infonya, nanti yang bersangkutan saya panggil, pungkas nya.

Sementara itu pada Selasa (18/8/2026) media ini melakukan konfirmasi langsung kepada petugas pemeriksa aset Disdikbud Rohil diruangan kerjanya.

Terkait adanya informasi dugaan menerima uang dari para kepala sekolah SD dan SMP, petugas pemeriksa aset inisial R membantah.

” Tidak benar itu bang, saya memang sendiri ditugaskan dari dinas namun saat di sekolah saya didampingi oleh Korwil, ungkapnya.( ***).

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer