Sabtu, Juli 11, 2026
BerandaHeadlineUsai Kepergian DH, Karyawan RP Club Mengaku Dipaksa Pilih Outsourcing Tanpa Pesangon

Usai Kepergian DH, Karyawan RP Club Mengaku Dipaksa Pilih Outsourcing Tanpa Pesangon

Pekanbaru (Nadariau.com) – Puluhan karyawan tempat hiburan malam RP International Executive Club Pekanbaru, milik Didi Handoko (DH) merasa kebingungan lantaran beberapa bulan setelah sang pemilik meninggal dunia management tempat mereka bekerja tiba-tiba saja berubah.

Akibat perubahan tersebut nasip mereka pun juga berubah yang sebelumnya karyawan tetap sekarang menjadi karyawan kontrak. Lantaran pihak management mengalihkan secara sepihak tenaga kerja melalui pihak Outsourcing.

Kebijakan tersebut, menurut para pekerja, membuat mereka kehilangan kepastian kerja meski telah mengabdi selama belasan hingga puluhan tahun di tempat hiburan malam yang berlokasi di Jalan Riau, Pekanbaru ini.

Padahal menurut salah satu pekerja yang enggan disebutkan namanya, rata-rata para karyawan disana sudah bekerja belasan hingga puluhan tahun.

“Kami bekerja sudah lama disini ada yang 15 tahun, 25 tahun bahkan lebih, tapi tiba-tiba dialihkan ke pihak outsourcing,” katanya kepada wartawan, Sabtu (11/07/2026).

Ia mengaku para pekerja tidak hanya kehilangan status sebagai karyawan tetap, tetapi juga tidak menerima pesangon atas perubahan tersebut, hal ini sangat merugikan mereka.

“Kami sangat dirugikan dengan kebijakan yang kami nilai semena-mena ini. Kami juga takut melapor karena merasa tidak punya kekuatan. Mau mengadu ke mana pun kami khawatir tidak mendapat keadilan,” katanya.

Menurutnya, pihak manajemen hanya memberikan dua pilihan kepada para pekerja. Pertama, menandatangani perjanjian kerja dengan perusahaan outsourcing, atau kedua, menandatangani surat pengunduran diri.

“Pilihan kami cuma dua, tanda tangan dengan outsourcing atau menandatangani surat pengunduran diri. Ini sangat tidak manusiawi karena kami sudah mengabdi begitu lama,” tegasnya.

Kini, puluhan pekerja itu mengaku hidup dalam kecemasan. Pekerjaan di RP International Executive Club merupakan satu-satunya sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menghidupi keluarga mereka.

Mereka berharap ada perhatian dari instansi terkait agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara adil sesuai ketentuan peraturan ketenagakerjaan yang berlaku. Para pekerja juga berharap hak-hak mereka sebagai karyawan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun dapat dipenuhi.

Hingga berita ini diterbitkan, Nadariau.com masih berupaya menghubungi pihak manajemen RP International Executive Club untuk memperoleh konfirmasi dan tanggapan terkait keluhan yang disampaikan para pekerja demi menjaga keberimbangan pemberitaan.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer