Selasa, Juni 30, 2026
BerandaHeadlinePolda Riau Bentuk Tim Gabungan Usut Dugaan Pemukulan Mahasiswa Saat Aksi Unjuk...

Polda Riau Bentuk Tim Gabungan Usut Dugaan Pemukulan Mahasiswa Saat Aksi Unjuk Rasa

Pekanbaru (Nadariau.com) – Kepolisian Daerah (Polda) Riau bersama Polresta Pekanbaru membentuk tim gabungan untuk menyelidiki dugaan kasus pemukulan terhadap seorang mahasiswa saat aksi unjuk rasa Aliansi Cipayung Plus Kota Pekanbaru di depan Kantor DPRD Provinsi Riau, Senin (22/06/2026).

Korban, M. Luthfi, yang merupakan kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Pekanbaru, secara resmi melaporkan peristiwa tersebut ke Polda Riau pada Selasa (30/06/2026). Ia datang didampingi sejumlah rekannya dari Aliansi Cipayung Plus Kota Pekanbaru.

Laporan tersebut diterima dalam audiensi yang dihadiri Direktur Intelijen Keamanan (Dirintelkam) Polda Riau Kombes Pol Dwi Mulyanto, Kabid Laboratorium Forensik, Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor, Kanit I Paminal Bidpropam Polda Riau, Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah, serta Kasat Intelkam Polresta Pekanbaru.

Dalam pertemuan itu, korban meminta agar proses penyelidikan dilakukan secara terbuka dan transparan. Aliansi Cipayung Plus juga meminta kepolisian memberikan informasi mengenai setiap perkembangan penyelidikan.

Selain itu, pihak mahasiswa menyatakan siap menyerahkan sejumlah dokumentasi berupa rekaman video yang diambil di lokasi kejadian untuk membantu mengungkap fakta dalam proses penyelidikan.

Kasubdit III Ditreskrimum Polda Riau AKBP Rooy Noor melalui Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru AKP Anggi Rian Diansyah menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut dilakukan oleh tim gabungan Polda Riau bersama Polresta Pekanbaru.

“Laporan ini akan ditangani oleh tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru. Saat ini kami telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan memastikan seluruh proses berjalan secara profesional serta transparan,” kata AKP Anggi.

Menurutnya, penyidik masih mengumpulkan berbagai informasi dan keterangan guna memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa yang terjadi.

“Kami tidak ingin terburu-buru menyimpulkan sebelum seluruh fakta berhasil dihimpun,” katanya.

Tim gabungan juga tengah menelusuri berbagai alat bukti, mulai dari dokumentasi foto, rekaman video, hingga meminta keterangan para saksi yang berada di sekitar lokasi saat aksi berlangsung.

AKP Anggi menegaskan seluruh informasi yang berkembang akan diverifikasi secara menyeluruh agar proses penyelidikan berjalan objektif dan tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru di tengah masyarakat.

“Kami mengedepankan fakta dan alat bukti. Karena itu setiap informasi yang berkembang akan kami verifikasi terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesimpulan yang keliru,” tegasnya.

Ia memastikan apabila nantinya ditemukan adanya unsur pidana dalam peristiwa tersebut, baik yang melibatkan masyarakat maupun pihak lain, proses hukum akan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Prinsipnya kami ingin mendapatkan gambaran yang utuh terlebih dahulu. Siapa pelakunya, bagaimana peristiwanya, dan apa yang sebenarnya terjadi di lokasi saat itu. Semua akan kami telusuri secara profesional, transparan, dan akuntabel,” pungkasnya.

Hingga kini, penyelidikan masih terus berlangsung. Tim gabungan Polda Riau dan Polresta Pekanbaru terus mengumpulkan alat bukti serta keterangan tambahan guna mengungkap secara terang dugaan pemukulan yang terjadi saat aksi unjuk rasa di depan Kantor DPRD Provinsi Riau tersebut.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer