Sabtu, Juni 6, 2026
BerandaUncategorizedCalon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar, SE, M.Si Memberikan Kabar Gembira Bila Terpilih

Calon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar, SE, M.Si Memberikan Kabar Gembira Bila Terpilih

Rokan Hilir ( Nadariau Com ) – Selain Visi Misi tidak menerima Gaji dan Tunjangan, juga di Gratiskan Surat Tanah SKTR dan SKGR, serta janji semua Staf Kepenghuluan, Kadus, Kaur, RT/RW tidak di berhentikan, tidak akan di rotasi, tidak di Ganti, bahkan membantu Pembiayaan Anak Kurang Mampu Berprestasi.

Calon Penghulu Bagan Jawa Zulpakar, SE, M.Si kembali memberikan Kabar Gembira untuk semua lapisan Masyarakat Bagan Jawa, yakni “Pembuatan Sumur Bor di setiap titik Jalan yang ada dilingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa.

” Pertama di Jalan Sempurna, Jalan Makmur, Jalan Sidodadi, Jalan Sidomulyo, Jalan Tempe, Jalan Musholla, Jalan Karya Enggel, Jalan Jambu, Jalan Satria Tangko dan Seluruh Jalan-Jalan kecil di lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa.” Ujarnya kepada media ini Sabtu 06 Juni 2026.

Tidak hanya Sumur Bor, jika Zulpakar terpilih sebagai Penghulu Bagan jawa, beliau juga akan melakukan pembenahan secara menyeluruh “Penerangan Lampu Jalan” karena menurut pantauannya hampir 80 % Jalan-jalan dilingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa itu gelap dan rawan kecelakaan dan kejahatan.

” Sementara sekarang lampu jalannya tetap masih ada, ini hanya perbaikan atau mengganti lampu saja dengan menggandeng dari dinas perhubungan.” Jelasnya.

Selain itu Zulpakar juga sangat prihatin dengan kondisi fisik jalan atau Gang di lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa, sehingga beliau berjanji akan membangun secara merata semua jalan Gang kecil dengan standar jalan semenisasi.

Disamping itu Zulpakar juga akan memproritaskan Pembangunan Drainase setiap jalan-jalan Gang di lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa, karena setelah turun kelapangan sangat prihatin dengan kondisi saluran drainase yang belum ada.

” Sementara drainase yang ada sekarang hanya jalan-jalan besar di lingkungan Kepenghuluan Bagan Jawa, itu pun tidak terawat dengan baik. Selanjutnya kita akan menyediakan tanah kebun masyarakat yang akan di kelola kelompok masyarakat dengan pengawasan dari Pemerintahan Kepenghuluan.” Ungkapnya.

Terkait Program sumur bor Kepenghuluan adalah solusi penyediaan air bersih melalui APBKep (Dana Kepenghuluan), program pemerintah (Kementerian ESDM, Kementerian PU), maupun CSR. Fasilitas ini umumnya meliputi pengeboran dalam, pompa submersible, dan bak penampungan air untuk kebutuhan warga. Jalur Pengajuan Program ini Untuk merealisasikan pembangunan sumur bor di desa, terdapat beberapa jalur pengajuan yang bisa ditempuh.

” Melalui Dana Kepenghuluan warga dapat mengusulkan program ini melalui Musyawarah Kepenghuluan (MusKep) agar masuk ke dalam RKPKep dan APBKep. Dana ini bisa digunakan untuk pengeboran dangkal maupun dalam.” Tambah Zulpakar.

Melalui Kementerian ESDM, mengajukan proposal permohonan fasilitas air bersih (sumur bor dalam) dari pemerintah pusat, yang biasanya diprioritaskan untuk daerah rawan air bersih atau sulit dijangkau.

Kedalaman Bor: 125 meter (menyesuaikan dengan akuifer dalam untuk mendapatkan air yang layak).Debit Air rata-rata 1,5 liter/detik.Pompa: menggunakan pompa celup (submersible pump) berkapasitas minimal 3 PK.

” Fasilitas Tambahan, dilengkapi dengan bak penampungan air (toren) dan jaringan pipa distribusi ke rumah-rumah warga.” Katanya.

Program penerangan lampu jalan Kepenghuluan bertujuan untuk meningkatkan keamanan lingkungan, mendukung aktivitas ekonomi malam, dan mencegah kecelakaan. Umumnya, program ini didanai melalui APBKep (Anggaran Pendapatan dan Belanja Kepenghuluan) atau memanfaatkan Lampu Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) yang diprioritaskan di titik rawan, Proses pengajuan dan pelaksanaannya biasanya melewati beberapa tahapan

berikut:

1. Tahapan Pengadaan

Musyawarah Kepenghuluan (MusKep): Warga mengusulkan titik prioritas (seperti jalan rawan kriminalitas, persimpangan, atau jalan menuju fasilitas umum) melalui rapat RT/RW yang dibawa ke MusKep.

Sumber Anggaran dana dapat dialokasikan dari Dana Desa (fisik infrastruktur), swadaya masyarakat, atau bantuan dari Pemerintah Kabupaten melalui Dinas Perhubungan (Dishub). Eksekusi Lapangan Pemasangan tiang, instalasi jaringan, atau perakitan panel tenaga surya yang dikelola oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) desa setempat.

2. Kategori Lampu yang Sering digunakan PJUTS (Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya): Paling populer untuk desa karena tidak memerlukan jaringan kabel PLN dan mandiri energi. Sangat cocok untuk daerah yang jalurnya jauh dari jangkauan listrik PJU Konvensional (Kabel PLN): membutuhkan jaringan listrik PLN dengan tiang khusus dan meteran prabayar/pascabayar yang pajaknya dibayarkan melalui Pemda.

3. Manfaat Utama

Mengurangi Kriminalitas: Area yang terang meminimalisir celah untuk tindakan kejahatan (seperti begal atau pencurian). Meningkatkan Ekonomi, Jam operasional usaha warga (seperti warung malam) bisa lebih panjang dan aman. akses mobilitas warga: membantu warga yang pulang malam atau anak-anak yang mengaji.

Selain itu Program pembangunan fisik jalan Kepenghuluan adalah kegiatan infrastruktur di tingkat kepenghuluan yang didanai melalui Dana Desa dan alokasi khusus lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan warga. Ini mencakup perbaikan sarana transportasi, fasilitas umum, sarana air bersih, dan perumahan.

Contoh implementasi program fisik yang paling umum meliputi Jalan dan Transportasi pembangunan rabat beton, pavingisasi, serta pembukaan atau pengerasan Jalan Usaha Tani (JUT) untuk memudahkan akses distribusi hasil pertanian. [ Fasilitas Air Bersih & Sanitasi Pembuatan saluran drainase, gorong-gorong, serta penyediaan prasarana air minum dan sanitasi lingkungan Fasilitas Sosial & Umum Pembangunan atau renovasi Balai Desa, posyandu, fasilitas Pendidikan anak usia dini (PAUD), serta program bedah rumah/rehabilitasi Rumah tidak layak huni (RTLH).

Program pembangunan drainase Kepenghuluan nadalah inisiatif infrastruktur yang dibiayai oleh Dana Kepenghuluan (DK) atau Bantuan Keuangan untuk mengatur aliran air permukaan dan limbah rumah tangga. Tujuannya adalah mencegah genangan, menghindari kerusakan jalan, dan memperbaiki sanitasi lingkungan perdesaan.

Berikut adalah poin-poin penting terkait program pembangunan drainase desa sumber anggaran umumnya bersumber dari Dana Desa (DD) dengan besaran yang disesuaikan berdasarkan volume pekerjaan, mulai dari puluhan juta hingga ratusan juta rupiah.

Fungsi Utama: Mengalirkan kelebihan air hujan, mencegah banjir, dan menjaga keawetan infrastruktur jalan desa agar tidak mudah tergerus air Pemberdayaan Masyarakat dalam proses pelaksanaannya.

” Program ini sering kali menerapkan skema Padat Karya Tunai Kepenghuluan (PKTK) yang membuka lapangan pekerjaan harian bagi warga setempat. tahapan pelaksanaan: meliputi pengukuran, galian tanah, pemasangan beton (seperti U-ditch atau gorong-gorong), hingga tahap penyelesaian akhir.” Ujar Zulpakar.

Zulpakar menambahkan, Program tanah kebun Kepenghuluan biasanya mengacu pada pemanfaatan lahan desa atau pekarangan menjadi kebun kolektif untuk mendukung Ketahanan Pangan berdasarkan aturan pemerintah, desa wajib mengalokasikan minimal 20% dari Dana Desa untuk program ketahanan pangan.

‘ Program ini biasanya dikelola melalui kelompok tani desa atau PKK dengan kegiatan utama meliputi Penanaman Komoditas Lokal menanam sayuran, jagung, umbi-umbian, atau tanaman hortikultura. Kebun bibit rakyat (KBR): Pembagian dan penyemaian bibit tanaman produktif kepada warga. Pertanian Organik Penerapan kawasan kebun berbasis kelompok tani yang ramah lingkungan. Melalui program ini, masyarakat bisa mendapatkan akses ke hasil panen untuk kebutuhan sehari-hari, meningkatkan ekonomi lokal, serta memperkuat gotong royong warga.” Pungkasnya.( ***).

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer