PEKANBARU (nadariau.com) – Puluhan massa dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Rokan Hilir (HIPEMAROHI) Pekanbaru menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan Republik Indonesia, Kamis (16/4/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk keresahan terkait proyek pembangunan Lapas Kelas IIA Bagansiapi yang berada di Ujung Tanjung, Kabupaten Rokan Hilir.
Dalam orasinya, Hipemarohi menyoroti dugaan adanya mark up pada pengadaan besi pondasi bangunan lapas. Menurut mereka, kualitas struktur tidak sesuai standar karena besi pondasi diduga dikurangi dari RAB, sehingga diragukan kualitasnya. Jika dibiarkan tentunya berpotensi membahayakan keselamatan warga binaan maupun masyarakat sekitar lapas.
“Kami menemukan indikasi permainan pada material besi pondasi. Ini bukan sekadar masalah korupsi, tapi menyangkut keselamatan nyawa orang banyak,” ujar salah satu koordinator aksi.
Selain itu, Presiden Hipemarohi Akas Virmandi juga menilai Kepala Lapas Kelas IIA Bagansiapi dan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Riau dinilai kurang respons atas laporan masyarakat yang telah disampaikan sebelumnya terkait dugaan penyimpangan proyek tersebut. Sikap kurang responsif ini dinilai sebagai bentuk pembiaran terhadap praktik yang merugikan negara dan publik.
Hipemarohi Pekanbaru menuntut Kementerian Imigrasi dan Permasyarakatan Republik Indonesia untuk segera mencopot Kalapas Kelas IIA Bagansiapi dan Kanwil Pas Riau karena lalai dalam melakukan pengawasan.
Akas juga mendesak agar dilakukan audit independen terhadap seluruh proses pembangunan lapas serta penindakan hukum bagi pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Massa menegaskan akan terus mengawal kasus dan Presiden Hipemarohi Akas Virmandi memastikan akan ada aksi lanjutan hingga tuntutan Hipemarohi diakomodir pak menteri, bila perlu belum copot belum berhenti sebagai bentuk pertanggungjawaban atas kelalaian dalam mengawasi pembangunan lapas tersebut, ujar Akas. (tim)


