Pekanbaru (Nadariau.com) – Kesuksesan pelaksanaan Operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 di Provinsi Riau tak lepas dari peran strategis Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau di bawah kepemimpinan Direktur Lalu Lintas Polda Riau, Kombes Pol Jeki Rahmat Mustika.
Selama 14 hari pelaksanaan operasi pengamanan arus mudik dan balik Idulfitri, situasi lalu lintas di Riau terpantau aman, lancar, dan kondusif. Berbagai langkah taktis dan terukur dilakukan guna memastikan keselamatan serta kenyamanan masyarakat.
Sejak awal, Ditlantas Polda Riau telah melakukan persiapan matang. Salah satunya melalui kegiatan ramp check terhadap kendaraan angkutan umum, khususnya bus, guna memastikan kelayakan teknis. Selain itu, pemeriksaan kesehatan pengemudi juga dilakukan untuk menjamin kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.
Tak hanya itu, pengecekan intensif juga dilakukan di jalur-jalur utama, termasuk jalan arteri serta ruas tol strategis seperti Tol Pekanbaru–Dumai (Permai) dan Tol Pekanbaru–Bangkinang (Pekbang), hingga pintu-pintu masuk wilayah Riau.
Dalam aspek pengamanan, Ditlantas menempatkan Pos Pengamanan (Pos Pam), Pos Pelayanan (Pos Yan), dan Pos Terpadu di titik-titik krusial. Patroli bersinggungan ditingkatkan, serta Tim Pengurai Macet Reaksi Cepat (TPRC) disiagakan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan.
Sinergi lintas sektor juga menjadi kunci keberhasilan. Kolaborasi bersama TNI, Dinas Perhubungan, Jasa Raharja, tenaga kesehatan, dan berbagai stakeholder terus diperkuat demi menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas yang kondusif.
Edukasi kepada masyarakat pun digencarkan melalui berbagai cara, mulai dari pemasangan spanduk imbauan, penyuluhan langsung kepada pengendara, hingga live report kondisi arus lalu lintas melalui media dan platform digital.
Pemantauan lalu lintas dilakukan secara real time melalui RTMC yang didukung CCTV, serta analisis potensi kemacetan menggunakan metode Traffic Flow Group (TFG).
Hasilnya pun signifikan. Angka kecelakaan lalu lintas selama operasi turun hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dari 6 kasus pada 2025 menjadi hanya 3 kasus di tahun 2026.
Penurunan juga terjadi pada angka fatalitas. Korban meninggal dunia turun 25 persen dari 4 menjadi 3 orang, korban luka berat menurun drastis 67 persen dari 3 menjadi 1 orang, dan korban luka ringan bahkan nihil atau turun 100 persen.
“Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas,” kata Kombes Jeki, Rabu (01/04/2026).
Apresiasi atas keberhasilan ini juga datang dari Kapolri dan Kakorlantas Polri kepada seluruh jajaran lalu lintas di Indonesia.
Dalam arahannya, Kakorlantas menekankan pentingnya menjaga marwah Polri melalui pelayanan lalu lintas yang humanis.
Seluruh personel diimbau untuk mengimplementasikan program Polantas Menyapa dan Melayani dengan pendekatan dialogis dan super humanis.
Pasca operasi, Polda Riau langsung melanjutkan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) selama tiga hari guna memastikan situasi tetap aman dan terkendali setelah arus balik.
Di akhir keterangannya, Jeki Rahmat Mustika menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah berperan aktif menjaga ketertiban selama mudik.
“Terima kasih atas kepatuhan masyarakat. Kesadaran inilah yang menjadi kunci utama terwujudnya mudik yang aman dan nyaman,” tutupnya.
Dengan capaian tersebut, stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di Riau diharapkan terus terjaga, sejalan dengan semangat “Mudik Aman, Keluarga Bahagia.”(sony)


