Pekanbaru (Nadariau.com) – Prestasi gemilang ditunjukkan Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika.
Dalam kurun waktu hanya satu pekan, mereka berhasil mengungkap dua kasus besar dengan barang bukti dalam jumlah fantastis.
Atas capaian tersebut, Kapolda Riau, Irjen Pol Hery Heryawan melalui Wakapolda, Brigjen Pol Hengki Haryadi, memberikan apresiasi tinggi dan mengusulkan jajaran Polres Bengkalis untuk menerima penghargaan Pin Emas dari Mabes Polri.
“Keberhasilan ini wajib kita apresiasi dan akan kita usulkan mendapatkan penghargaan Pin Emas dari Mabes Polri,” kata Brigjen Hengki didampingi Kapolres Bengkalis, AKBP Fahrian Saleh Siregar, Senin (30/03/2026).
Pengungkapan pertama terjadi pada Sabtu (21/03/2026) di Pelabuhan Roro Air Putih, Desa Air Putih, Kecamatan Bengkalis. Dalam operasi itu, petugas berhasil menggagalkan penyelundupan, 13 kilogram sabu serta 373 cartridge diduga narkotika golongan II jenis etomidate (223 cartridge hitam dan 150 cartridge merah).
Tak berselang lama, tepatnya Sabtu (28/03/2026), Polres Bengkalis kembali mencetak prestasi dengan menggagalkan penyelundupan 16,37 kilogram sabu serta 40.146 butir pil ekstasi.
Narkotika tersebut diketahui berasal dari Malaysia dan rencananya akan diedarkan di Kota Pekanbaru. Pengiriman barang haram itu dikendalikan oleh seorang narapidana dari Lapas Nusa Kambangan.
Secara keseluruhan, nilai barang bukti dari dua pengungkapan tersebut ditaksir mencapai ratusa miliar dan diperkirakan mampu menyelamatkan lebih dari 250 ribu jiwa dari ancaman narkoba.
Lebih jauh, Brigjen Hengki mengungkapkan bahwa Provinsi Riau menjadi salah satu target strategis jaringan narkotika internasional. Hal ini dipengaruhi oleh letak geografis yang berbatasan langsung dengan negara tetangga serta banyaknya jalur laut terbuka.
Sebagian besar narkotika yang beredar diketahui masuk melalui jalur pesisir, seperti Bengkalis, Dumai, hingga Kepulauan Meranti.
“Ini adalah kejahatan transnasional terorganisir. Mereka bahkan berupaya merekrut aparat untuk melancarkan aksinya. Karena itu kami tegaskan zero tolerance, baik ke luar maupun ke dalam,” tegasnya.
Polda Riau memastikan akan terus memperkuat upaya pemberantasan narkoba secara menyeluruh tanpa kompromi, demi menjaga integritas institusi sekaligus melindungi masyarakat dari ancaman narkotika.(sony)


