Sabtu, Februari 7, 2026
BerandaHeadlineWakapolda Riau Dorong Pendekatan Zero Accident dalam Operasi Keselamatan 2026

Wakapolda Riau Dorong Pendekatan Zero Accident dalam Operasi Keselamatan 2026

Pekanbaru (Nadariau.com) – Wakapolda Riau Brigjen Pol Hengki Haryadi menegaskan bahwa lalu lintas memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, mobilitas, hingga keselamatan publik.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel kesiapan Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026, Senin (02/02/2026).

“Lalu lintas merupakan urat nadi mobilitas manusia dan barang yang secara langsung mempengaruhi produktivitas, keselamatan publik, kualitas hidup, hingga kualitas lingkungan,” kata Brigjen Hengki.

Ia menjelaskan, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, penyelenggaraan lalu lintas bertujuan mewujudkan sistem yang aman, selamat, tertib, lancar, nyaman, dan efisien.

Menurutnya, lalu lintas merupakan sistem yang kompleks karena mempertemukan empat elemen utama dalam satu ruang risiko bersama, yakni manusia, infrastruktur jalan, teknologi kendaraan, dan lingkungan.

“Faktor manusia masih menjadi penyebab terbesar terjadinya kecelakaan. Di banyak negara, termasuk Indonesia, sekitar 80 hingga 90 persen kecelakaan dipicu oleh human error, seperti kurang disiplin, kelelahan, dan rendahnya konsentrasi saat berkendara,” jelasnya.

Selain faktor manusia, Brigjen Hengki juga menyoroti pentingnya kondisi jalan dan infrastruktur yang harus memenuhi standar geometrik dan rekayasa lalu lintas agar aman serta efisien.

Di sisi lain, perkembangan teknologi kendaraan dengan fitur keselamatan canggih dinilai mampu menekan risiko kecelakaan, asalkan digunakan secara benar dan bertanggung jawab.

“Faktor lingkungan seperti cuaca ekstrem, kondisi alam, pencahayaan minim, hingga permukaan jalan yang licin saat hujan deras juga kerap menjadi pemicu kecelakaan, terlebih jika dikombinasikan dengan kecepatan tinggi,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa pengelolaan lalu lintas di era modern tidak bisa hanya mengandalkan penegakan hukum, melainkan membutuhkan pendekatan sistem yang holistik.

“Pendekatan zero accident atau nihil kecelakaan di banyak negara dilakukan melalui pengelolaan sistem, bukan sekadar menyalahkan individu. Ini melibatkan peran pemerintah, kepolisian, industri otomotif, serta kesadaran masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Polda Riau akan menggelar Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 selama 14 hari, terhitung mulai 2 hingga 15 Februari 2026, di seluruh wilayah hukum Polda Riau.

Operasi ini merupakan operasi harkamtibmas di bidang lalu lintas yang mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif, dengan tujuan meningkatkan simpati dan kepercayaan masyarakat terhadap kinerja Polantas.

Brigjen Hengki juga memaparkan evaluasi pelaksanaan Operasi Keselamatan Lancang Kuning tahun 2025. Tercatat tiga kejadian kecelakaan lalu lintas, dengan satu korban meninggal dunia.

Pelanggaran dominan meliputi angkutan barang yang digunakan untuk mengangkut orang, kendaraan penumpang tidak laik jalan, pengendara sepeda motor tanpa helm dan berboncengan lebih dari satu orang, serta kendaraan wisata yang parkir di bahu jalan.

Dalam Operasi Keselamatan Lancang Kuning 2026 ini, sebanyak 1.126 personel dari Polda Riau dan Polres jajaran dikerahkan

“Tujuan utama operasi ini adalah menurunkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, menekan fatalitas korban, serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah,” pungkas Brigjen Hengki.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer