Sabtu, Januari 17, 2026
BerandaHeadlinePolda Riau Maksimalkan Pemulihan Pascabanjir Bandang Agam

Polda Riau Maksimalkan Pemulihan Pascabanjir Bandang Agam

Agam (Nadariau.com) – Personel Bidhumas Polda Riau yang tergabung dalam BKO penanganan bencana banjir bandang di Nagari Salareh Air, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, terus bekerja membantu masyarakat terdampak.

Hari ketiga pascabanjir personel mulai membersihkan material banjir yang menimbun rumah-rumah warga serta membuka akses jalan yang masih tertutup akibat bencana, Selasa (02/12/2025).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto, didampingi Ps Paur Pensat Subbid Penmas Bidhumas, IPDA Vicky Rizki. Sejak pagi, personel dikerahkan menyisir permukiman terdampak untuk mempercepat proses pemulihan.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Anom Karibianto

Kabid Humas Polda Riau menegaskan bahwa keterlibatan personel Polri dalam penanganan bencana bukan sekadar tugas rutin, namun bentuk komitmen nyata membantu masyarakat yang sedang berduka.

“Personel kami dikerahkan secara maksimal untuk membantu membersihkan rumah-rumah warga yang terdampak. Ini bukan hanya tugas, tapi bentuk respon cepat Polri dalam memastikan masyarakat mendapatkan dukungan penuh di masa darurat. Kehilangan harta benda dan keterbatasan kebutuhan dasar tidak boleh dibiarkan berlarut,” kata Kombes Anom di lokasi.

Kombes Anom mengatakan, koordinasi antarinstansi juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan. Termasuk membantu warga yang kesulitan menghubungi keluarga akibat jaringan telekomunikasi yang terputus pascabencana.

Ia mencontohkan kasus seorang mahasiswa asal Riau yang tidak dapat menghubungi ibunya di lokasi kejadian. Setelah akses internet dibuka, petugas membantu menghubungkan komunikasi tersebut sehingga keluarga bisa memastikan kondisi satu sama lain.

Selain itu, Polda Riau juga mengerahkan berbagai fungsi pendukung, di antaranya biro SDM dan psikologi yang memberikan layanan trauma healing bagi anak-anak dan warga yang terdampak secara mental.

Kemudian, Tim SAR yang dibagi menjadi beberapa rayon untuk memperluas pencarian korban yang masih hilang.

Dapur lapangan Brimob, yang setiap harinya mampu memasak hingga 3.000 porsi makanan untuk masyarakat serta petugas di lapangan.

“Alat berat juga dioperasikan untuk membuka jalan-jalan yang terputus akibat longsor sehingga wilayah yang sempat terisolir kembali bisa diakses,” tutup Kombes Anom.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer