Rokan Hilir, Nadariau Com – Dalam rangka menciptakan situasi dan kondisi wilayah yang aman menjelang Pilkada 2024, Polri khusunya Polres Rokan Hilir melakukan kegiatan cooling system.
Cooling system merupakan upaya menjaga dan mencegah adanya potensi gangguan kamtibmas dengan cara melibatkan berbagai unsur dan komponen. Sehingga kamtibmas dapat terjaga dan terkendali.
Hal Ini dilakukan oleh Polres Rokan Hilir demi terwujudnya Pilkada yang jujur, adil, aman dan damai.
Selain itu cooling system juga mengutamakan dua tindakan, yakni pre-emptif dan preventif. Namun yang lebih dikedepankan yakni tindakan pre-emtif yang mana merupakan tindakan dari kepolisian yang mengedepankan pendekatan secara langsung kepada masyarakat seperti imbauan dan sosialisasi.
Tindakan pre-emtif ini salah satunya meliputi kegiatan memberikan pengetahuan tentang pelanggaran pilkada dengan sasaran agar masyarakat lebih menyadari faktor penyebab, pendorong, dan peluang terjadinya suatu pelanggaran dalam pilkada sehingga dapat menciptakan kesadaran dan kewaspadaan di tengah masyarakat.
Begitu pula yang dilakukan oleh Anggota Sat Reskrim Polres Rokan Hilir yang melakukan kegiatan cooling system dengan menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap menjaga kondusifitas di setiap tempat yang berpotensi menjadi konflik menjelang pilkada 2024 Kabupaten Rokan Hilir.

Kasat Reskrim Polres Rokan Hilir AKP I PUTU ADI JUNIWINATA, S.Tr.K., S.I.K., M.Si melalui Kanit PPA IPDA RANDY TAMBA, S.Sos menjelaskan untuk memberikan perhatian penuh terhadap kegiatan cooling system dengan mengutamakan tindakan pre-emtif tersebut karena dapat mencegah terjadinya pelanggaran dalam setiap tahapan penyelenggaran pilkada 2024 di Kabupaten Rokan Hilir, Riau.
” Dan tentunya Sat Reskrim akan ikut serta dalam kegiatan cooling system tersebut dengan melakukan antisipasi terhadap setiap permasalahan pilkada yang terjadi khususnya fokus terhadap banyaknya pihak yang diprediksi akan merasakan keresahan atas polarisasi yang semakin tajam di masyarakat.” Jelas Kanit PPA IPDA RANDY TAMBA, S.Sos kepada media ini Senin 09 September 2024.
Keresahan itu kata Randy Tamba salah satunya Penyebaran berita Hoak dan fitnah melalui media diprediksi terus disebarkan untuk menciptakan kebencian dan ketakutan, apalagi mengingat adanya 2 (dua) calon pasangan yang maju untuk menjadi Kepala Daerah di Kabupaten Rokan Hilir.
” Hal-hal seperti ini kerap kali terjadi dalam negara demokrasi, namun jika terus dibiarkan dan tidak dilakukan mitigasi maka hal ini akan membesar menjadi konflik horizontal yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa terutama di daerah Kabuapten Rokan Hilir.” Tegas dia.(Pak Said)***


