Pekanbaru (Nadariau.com) – BEM STIE-Riau turun aksi pada tanggal 12 juli 2024 bersama dengan aliansi BEM Se Riau di kantor Gubernur Provinsi Riau, terkait permasalahan Agraria, Infrastruktur, dan Pendidikan yang tidak merata.
Permasalahan Agraria di Provinsi Riau tak pernah kunjung selesai. Banyak konflik-konflik yang terjadi di daerah, diantaranya terkait izin HGU yang bermasalah, konflik antara perusahaan dan masyarakat yang tidak pernah kunjung selesai dari tahun ke tahun.
Riau dinobatkan menjadi daerah nomor 1 jalan terburuk paling panjang di Indonesia. Jika melihat Provinsi Riau adalah daerah yang kaya memiliki atas bawah minyak, seharusnya Riau hari ini tidak menjadi daerah yang memiliki jalan terburuk terpanjang di Indonesia.
“Hari ini masih banyak masyarakat di Provinsi Riau belum mendapatkan pendidikan yang layak. Kemana saja pemerintah Provinsi Riau, melihat tiga permasalahan besar ini? Padahal Riau memiliki kekayaan atas bawah minyak,”. kata Presma BEM STIE Riau, Ikhsan.
Melihat permasalahan ini, Presma STIE-Riau sekaligus Korda BEM Se Riau mempertanyakan kinerja dari Pj Gubernur Riau. BEM melihat Pj Gubernur Riau tidak hadir menemui masa aksi di Kantor Gubernur Riau dan diwakili Assisten I.
BEM menduga bahwa Pj gubernur hari ini sedang melakukan manuver politik karena dilihat dari isu bahwa beliau sedang di usung partai PKS. Maka dugaannya kuat bahwa Pj Gubernur Riau sedang konsolidasi ke partai-partai untuk bisa mendapatkan tiket maju di kontestasi Pilkada untuk menjadi Gubernur Riau”
“Sangat disayangkan jika beliau melakukan itu karena beliau adalah ASN yang seharusnya tidak bersentuhan dengan politik. Beliau seharusnya fokus untuk mengurusi permasalahan yang ada di Riau dan bukan menaikkan elektabilitas beliau,” tegas Ikhsan. (olo)


