Senin, Juli 15, 2024
BerandaHeadlineWarga Perumahan Zukri Tuntut Janji Bupati

Warga Perumahan Zukri Tuntut Janji Bupati

PELALAWAN (Suarapelalawan) – warga perumahan Griya Rumah Kita 2 di gang Ramin jalan Akasia Pangkalan Kerinci mengaku hilang harapan terhadap janji janji yang selama ini keluar dari mulut Bupati Pelalawan H Zukri. Walau developer perumahan yang juga adalah orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini sendiri, namun tak lantas janji janji kampanye tempo hari dengan mudah terealisasi.

Salah satu janji yang diucapkan oleh H. Zukri kepada masyarakat di perumahan Griya rumah Kita terkait pembangunan jalan komplek yang saban tahun direncakan akan di angun namun hilang tanpa bekas. Hanya sekedar pemanis bibir saja bagi bupati Pelalawan..

“Tak jelas pak bupati kita ni, janji mau bangun jalan di perumahan aja tak terwujud, padahal dia bupati nya, perumahan ini juga perumahan Zukri. Entahlah, entah sama siapa berharap lagi. Tak mungkin sama Nasar yang wakil Bupati,” kata salah seorang warga perumahan Zukri, Fikri, Rabu (13/6/2024)

Dilanjutkannya, dia ingat betul ketika Zukri kampanye terakhir di Perumahan Griya Rumah  waktu kampanye empat tahun lalu yang berjanji akan membangun jalan dan mengatasi banjir. Sayang nya itu tidak pernah terealisasi hingga kini.

“Kata beliau waktu itu, ini perumahan Zukri, tentulah Zukri yang terdepan memikirkan pembangunan di perumahan ini, itu kata beliau waktu itu yang sekarang sudah dilupakan”imbuhnya

Fikri menyadari, untuk membangun jalan dan pembangunan lain yang diharapkan masyarakat tidak perlu jabatan bupati rupanya, banyak jalan yang dibangun di Pangkalan Kerinci ini dari aspirasi para anggota dewan.

¬†“Artinya dewan lebih amanah dari bupati, memang terbukti membangun, di sebelah perumahan Zukri ada jalan yang dibangun dari aspirasi dewan, bagaimana dengan aspirasi pak bupati”tegasnya

Fikri berharap, di sisa jabatan Bupati Pelalawan saat ini, H Zukri dapat menunaikan janji janji baik sebagai politisi, developer maupun sebagai hamba Allah yang setiap janji di hitung sebagai utang.

“Pak bupati, tunaikan janji itu selagi bapak masih menjabat. Ingat pak. Janji itu adalah hutang,yang akan dibayar di hari penghitungan kelak, sebagai sesuai unat muslim saya hanya berkewajiban mengingatkan saja,”harapnya mengakhiri ***

 

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer