Rabu, Juni 19, 2024
BerandaHeadlinePolsek Binawidya Tetapkan 3 Jukir Penganiaya Driver Ojol Sebagai Tersangka

Polsek Binawidya Tetapkan 3 Jukir Penganiaya Driver Ojol Sebagai Tersangka

Pekanbaru (Nadariau.com) – Penyidik Unit Reskrim Polsek Binawidya akhirnya menetapkan ke 3 juru parkir yang menganiaya seorang Driver Ojek Online saat mengambil orderan di Richese Factory Jalan HR Soebrantas, Kamis (23/05/2024) siang kemaren.

Kapolsek Binawidya, Kompol Asep Rahmad mengatakan, ketiganya yang masing-masing berinisial MA (18), TR (19 serta MH (41) ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan lantaran unsurnya telah terpenuhi.

“Ketiganya ditetapkan sebagi tersangka setelah terpenuhinya tiga alat bukti,” kata Kompol Asep didampingi Kanit Reskrim, IPTU Santo, saat menggelar konferensi pers di Makopolsek Binawidya, Jumat (24/05/2024).

Kapolsek menambahkan, ketiga tersangka merupakan satu keluarga dimana tersangka MH ini merupakan ayah sambung dari kedua tersangka.

“Ketiga tersangka ini merupakan satu keluarga, dimana tersangka MH ayah sambung dari tersangka MA dan TR,” kata Kapolsek.

Kapolsek mengatakan, ketiganya merupakan juru parkir ilegal.

“Para tersangka ini juru parkir liar dan sudah beroperasi selama satu tahun, jadi tidak ada izinya, mungkin ini sudah banyak juga meresahkan bukan saja terjadi di Panam,” kata Kompol Asep.

Menurut pengakuan tersangka, kata Kapolsek, ia sengaja membawa senjata tajam tersebut untuk berjaga-jaga lantaran sering ribut dilokasi tersebut.

“Tersangka MH ini langsung membawa sajam dari rumahnya usai menerima laporan dari anak sambungnya bahwa ia dikeroyok di tempat tersebut,” kata Kapolsel.

Kapolsek menjelaskan, aksi pemukulan tersebut bermula saat salah seorang pelaku berinisial MA meminta uang parkir kepada korban bernama Hendrianto (34) namun korban tidak mau membayar uang parkir tersebut.

“Kemudian terjadilah cek cok antara korban dengan pelaku MA, hingga datang pelaku TR dan langsung membenturkan kepalanya kemuka korban dan menampar wajah korban dengan kedua tangan sebanyak 3 kali,” kata Kapolsek.

Korban kemudian berusaha membela diri dengan mencoba memukul para pelaku namun tidak kena.

Lalu kemudian pelaku AR memanggil ayahnya, kemudian MH datang sambil bawa celurit.

“Pelaku MH langsung menyandarkan tubuh korban sambil menempelkan celurit. Melihat hal itu driver ojol lainnya datang menarik korban sambil merekam kejadian tersebut dan menyebarkannya ke group WahatsApp mereka sesama ojol hingga ramai,” kata Kapolsek.

Terkepung, kata Kapolsek, ketiganya langsung kabur menyelamatkan diri ke dalam gedung Richese Factory, hingga akhirnya di evakusai oleh petugas kepolisian ke Mapolsek Binawidya.

“Anggota kita terpaksa melakukan tembakan ke udara untuk mengurai masa yang sudah beringas ingin menghakimi para tersangka saat akan di evakusai ke Mapolsek Binawidya,” kata Kapolsek.

Saat ini ketiga tersangka sudah diamankan di Mapolsek Binawidya guna menjalani proses hukum selanjutnya.

“Atas perbuatannya ketiganya kita jerat dengan pasal 170 dan atau pasal 335 KUHPidana serta pasa 2 UU darurat RI no 12 tahun 1951 tentang sajam dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” tutup Kapolsek.

Seperti diketahui sebelumnya, tak terima rekannya dianiaya, ratusan Driver Ojek Online (Ojol) mendatangi dan memukuli 2 orang juru parkir di Richese Factory yang berada di Jalan HR Soebrantas, Kamis (23/05/2024) siang.

Beruntung kedua juru parkir tersebut berhasil kabur menyelamatkan diri ke dalam gedung Richese Factory, hingga akhirnya di evakusai oleh petugas kepolisian ke Mapolsek Binawidya.

Salah seorang driver Ojol bernama Jiari mengungkapkan, aksi pemukulan tersebut terjadi karna tak terima rekannya sesama driver ojol dianiaya oleh Jukir tersebut saat mendapat orderan di Richese Factory Panam.

“Jadi teman kami dapat orderan di Richese Factory, saat hendak berangkat korban diminta uang parkir sama Jukir ini. Namun korban tidak ingin memberikan uang parkir,” kata Jiari.

Namun pelaku tetap memaksa korban untuk memberikan uang parkir. Dengan membawa senjata tajam dan menggunakan balok, pelaku menganiaya korban.

“Pelaku ini manggil abang-abangannya karena korban tidak memberi uang parkir. Kemudian korban dianiaya menggunakan senjata tajam dan balok,” katanya.

“Saat ini korban dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka yang cukup parah di bagian kepala. Bagian kepalanya berdarah-darah karena dianiaya,” sambungnya.(sony)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer