Pekanbaru (Nadariau.com) – Seminar internasional Aisyiyah menghadirkan mantan Menteri Industri Perkebunan dan Komoditas Malaysia tahun 2021 – 2022, Datuk Hajjah Zuraida. Kegiatan yang di taja oleh Pimpinan Wilayah (PW) Aisyiyah Riau dilaksanakan di Kampus Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI), Jumat (8/12/2023).
Kegiatan yang bertemakan The Role of Moeslim Women Movement to Face The Era of Society 5.0, dihadiri oleh Rektor UMRI, Saidul Amin, PW Muhammadiyah Riau, Sutarmo, Suti Mulyati Edy Natar Penasehat Organisasi Perempuan Riau. Kemudian para tokoh perempuan Riau beserta ketua dan pengurus serta anggota PW Aisyiyah Riau.
Dalam pidatonya, Ketua PW Aisyiyah Riau, Hikmani mengatakan, seminar ini merupakan yang pertama dilaksanakan PW Aisyiyah Riau. Diharapkan, melalui kegiatan ini bisa ‘Membangkitkan batang terandam’ (Memunculkan Pemimpin Baru) bagi kaum perempuan Islam Riau
Pasalnya, peran aktif kaum perempuan dalam menghadapi era society 5.0 tentu lah akan menghadapi banyak tantangan yang akan menanti. Maka dari itu, perempuan Islam Riau senantiasa harus bisa memperbaharui pengetahuan dan kemampuan diri.
Untuk diketahui, berbagai kegiatan dan amal usaha Aisyiyah Riau sudah berkembang maju di Riau. Saat ini, PW Aisyiyah Riau memiliki 1 Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Aisyiyah Riau, 145 TK dan PAUD serta 7 panti asuhan di Riau.
“Saya sangat bangga, antusias peserta cukup tinggi dalam kegiatan perdana ini. Semoga PW Aisyiyah Riau makin mendunia dan eksistensi PW Aisyiyah Riau terus dipertahankan,” kata Hikmani.
Pada kesempatan ini, Rektor UMRI Saidul Amin mengucapkan ucapan terima kasih kepada PW Aisyiyah Riau, yang telah memilih UMRI menjadi tuan rumah untuk seminar internasional ini. Dalam kesempatan ini UMRI hanya membantu dan memfasilitasi kegiatan seminar internasional ini agar PW Aisyiyah Riau semakin maju dan bisa go internasional.
Hingga setakat ini, di usia UMRI yang berumur 15 tahun, sudah memiliki 8 fakultas dan 26 program studi. UMRI juga telah menjalin beberapa kerjasama internasional terutama di kawasan Asia Tenggara.
“Semoga nanti, kerjasama ini bisa terus berlanjut ke kawasan Eropa dan Arab Saudi. Ke depannya, akan banyak kerjasama dan kolaborasi yang bisa dilaksanakan antara UMRI dan PW Aisyiyah Riau. Sebab dengan adanya kerjasama dan kolaborasi bersama UMRI, membuat PW Aisyiyah Riau bisa lebih baik di masa yang akan datang,” kata Saidul Amin.
Sementara, dalam kegiatan seminar ada 2 orang Pemateri. Yakni Ustadz Sofwan Badri dengan tema ‘Perempuan dalam perspektif Islam’ dan Datuk Zuraida Binti Kamaruddin, dengan tema ‘Masa depan organisasi wanita Islam’.
Ustadz Sofwan Badri menyampaikan materinya dengan bahasa Melayu, Indonesia dan sesekali berbahasa Inggris mengatakan pentingnya peran perempuan atau ibu dalam rumah tangga.
Dimana ibu yang berpendidikan dan berwawasan tinggi bisa melahirkan anak-anak yang tangguh menghadapi perkembangan jaman. Dalam Islam, katanya, dijelaskan bahwasanya perempuan menjadi madrasah atau tempat belajar anak-anak.
Ustadz Sofwan Badri juga mengatakan perkembangan Islam internasional saat ini semakin pesat terutama di benua Eropa.
“Mereka muslim di sana berharap kepada kita muslim di tanah Nusantara ini untuk memberikan tunjuk ajar dalam kehidupan beragama Islam. Karena kita di tanah Nusantara dianggap muslim yang tidak ada perseteruan atau konflik sesama muslim,” ucapnya.
Sementara Datuk Zuraida Binti Kamaruddin menyampaikan, perempuan tidak saja harus terpaku dirumah saja. Namun harus berkarya sehingga bisa membangun bangsa melalui tenaga dan pikirannya.
“Kita harus bisa bangkit. Seperti saat saya menjadi menteri, saya telah menyusun program – program pembangunan untuk kemajuan bangsa. Sebab kita juga mampu dan bisa ikut membangun melalui tenaga dan pikiran kita,” kata Datuk Zuraida memotifasi perempuan Aisyiyah untuk bisa lebih maju kedepan. (alin)


