Senin, Juli 15, 2024
BerandaIndeksEkonomiBank Sampah Binaan PHR Berbagi Inspirasi Kepada Masyarakat

Bank Sampah Binaan PHR Berbagi Inspirasi Kepada Masyarakat

Penggerak Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok Rinwiningsih menjadi narasumber dalam Workshop UMKM.

Pekanbaru (Nadariau.com) – PT Pertamina Hulu Rokan terus berupaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Riau.

Tidak hanya menjadi tulang punggung energi nasional, PHR memiliki misi sebagai motor penggerak ekonomi masyarkat.

Melalui pameran Pertamina SMEXPO 2023, PHR bersama UMKM binaan turut memberikan inspirasi bagi pengunjung yang hadir. Dalam sesi dialog UMKM, PHR menghadirkan penggerak Bank Sampah Agrowisata di Pondok Pesantren Ibnu Al Mubarok Rinwiningsih membagikan cerita suksesnya dalam mendaur ulang sampah menjadi pundi-pundi rupiah.

Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok hadir dari sebuah kegelisahan atas penumpukan sampah organic dan anorganic pada tahun 2020. Sebagai Pembina ponpes, Rini memulai dari hal kecil lewat program enterpreneurship dan life skill dengan melibatkan santri agar terbiasa mengelola sampah.

Budaya bersih perlahan tertanam dari dalam diri santri sejak program bank sampah diluncurkan. “Kami berikan edukasi bahwa sampah adalah tanggung jawab  kita bersama,” ungkapnya.

Bank Sampah Ibnu Al Mubarok kian maju dan berkembang setelah mendapat program pendampingan dari PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Melalui mitra pelaksana LPPM Universitas Lancang Kuning, PHR memberikan pelatihan manajemen pengelolaan sampah.

Bank Sampah Ibnu Al Mubarok turut melibatkan masyarakat mengelola sampah hingga akhirnya menjadi peluang usaha bagi warga di Kelurahan Agrowisata, Kecamatan Rumbai Barat, Pekanbaru.

“Di bank sampah sudah terbangun sistem, tidak hanya mengumpulkan sampah, tapi kami memberikan edukasi kepada masyarakat untuk sama-sama mengelola sampah menjadi sesuatu yang bernilai,” ujarnya.

Sejumlah masyarakat telah berperan aktif dalam memilah sampah. Sampah anorganic dikumpulkan menjadi ecobrick. Sedangkan sampah organic dikumpulkan dalam sebuah wadah untuk difermentasi menjadi pakan maggot dan pupuk lindi.

“Sudah terjadi sirkular ekonomi di sini. Maggot dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Ayam kami yang semula hanya tiga ekor kini terus berkembang menjadi 400 ekor,” ujarnya.

Bank sampah terus berkembang hingga menghasilkan berbagai produk souvenir dengan melibatkan kelompok pengrajin dari masyarakat dan kaum disabilitas. Sedangkan produksi maggot terus meningkat mencapai 200 hingga 400 kilogram per hari.

“Kami memiliki maggot kualitas premium. Saat ini Bersiap melakukan uji labor untuk menghasilkan maggot kering agar produk ini bisa go internasional,” tuturnya.

Bekerja sama dengan Politeknik Caltex  Riau (PCR), bank sampah mulai mengembangkan produk lain yakni sabun cair isi ulang, sabun cuci piring serta mengembangkan sistem informasi pengelolaan pemasaran dan keuangan berbasis teknologi digital.

Rini membagikan kunci sukses dalam perencanaan program mengelola bank sampah. Selain mendaur ulang sampah menjadi produk bernilai, pengelolaan bank sampah perlu berkolaborasi dengan pihak lain yang memiliki visi yang sama. Kemudian pengelolaan sampah harus bisa meningkatkan ekonomi keluarga.

“Di sini kami tidak menjual barang, tapi kami menjual sistem dan mengedukasi masyarakat. Apabila ada barang yang terjual, berarti itu adalah bonus dari kesungguhan kita untuk mengubah sesuatu yang tidak berguna menjadi sesuatu yang bernilai,” ucapnya.

Keberhasilan program bank sampah membuat pondok pesantren ini menjadi percontohan sekaligus pusat pelatihan pengelolaan sampah. Pesertanya beragam, mulai dari instansi pemerintahan, perguruan tinggi, sekolah hingga masyarakat umum.

Bank sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok telah meraih sejumlah penghargaan baik di tingkat lokal maupun nasional, di antaranya Juara I Program Satuan Pendidikan Peduli Lingkungan dari Kementerian Agama 2023.

Pameran Pertamina SMEXPO 2023 di Pekanbaru digelar sebagai upaya mendukung dan memajukan UMKM lokal. Pameran ini berlangsung selama lima hari (15-19/11/2023) di Living World, mengusung tema “Melangkah dari Lokal ke Global.”

Ajang ini merupakan kegiatan lanjutan setelah sebelumnya sukses diselenggarakan secara hybrid di tiga kota besar, yakni Balikpapan, Jakarta dan Semarang. Kegiatan ini diikuti 30 UMKM binaan sejumlah anak perusahaan Pertamina dari berbagai kategori seperti produk fesyen, makanan dan minuman, furniture, kriya dan agrobisnis.

Delapan UMKM di antaranya merupakan binaan PHR yakni Graha Pratama Fish, Kampung Patin, Kampar. Kemudian Tambul Lomak, Bank Sampah Agrowisata Ibnu Al Mubarok, Batik Mandau, Umah Oleh-Oleh Bagansiapiapi, Rumah Tamadun, Canting Batik Tulis Riau, Riau Craft and Fashion. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer