Selasa, April 28, 2026
BerandaHeadlineDinamika Interen Partai PPP Pekanbaru Sampai Kantor Disegel Senior dan Dibuka Paksa...

Dinamika Interen Partai PPP Pekanbaru Sampai Kantor Disegel Senior dan Dibuka Paksa Junior

Pekanbaru (Nadariau.com) – Entah permasalahan apa yang terjadi, sampai kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai PPP disegel oleh oknum senior partai. Karena merasa telah mengganggu kepentingan kantor dan orang banyak, maka para junior membuka paksa segel rantai dan gembok besi menggukan palu.

Salah seorang junior, Zulkarnain yang juga sebagai Ketua DPC Partai PPP Pekanbaru merasa bertanggungjawab terhadap kelancaran operasional partai. Maka dari itu, ia bersama pengurus partai dan anak salah seorang senior Roem Zein (Alm) yaitu M Rommy Roem (Bendahara DPC PPP), pengurus partai, berinisiatif membuka gembok besi supaya kantor bisa dioperasionalkan kembali.

Sementara disaat membuka gembok besi disaksikan oleh perwakilan DPW PPP Riau, kuasa hukum dan pihak lurah, serta masyarakat setempat.

“Ahad kemarin hingga kini, kantor ini telah di segel oleh oknum senior Partai PPP. Karena tidak kunjung di buka, maka saat kita buka paksa, supaya operasional kantor tidak terganggu. Apalagi saat ini tahun politik tentu kantor sangat sibuk dalam penerimaan Bacaleg,” kata Zulkarnain, Rabu ( 19/1/2023).

Zulkarnain menjelaskan, sebelumnya dengan di fasilitasi Ketua DPW PPP Riau Syamsurizal, beliau sudah berkoordinasi secara langsung dengan para senior. Seperti Aprizal DS dan Raja Eddy. Saat itu sudah disepakati semua permasalahan dinamika internal partai diselesaikan dengan cara kekeluargaan.

“Namun kenyataannya salah seorang oknum senior tetap menyegelnya. Meski demikian, kita tetap mencari solusi supaya permasalahan ini bisa segera selesai,” ujar Zulkarnain.

M Rommy Roem, mengaku pernah diajak oleh oknum senior untuk ikut serta menyegel kantor. Namun beliau secara tegas menolaknya. Karena kantor itu adalah untuk kepentingan orang banyak dan kegiatan partai.

“Sebelumnya, saya selaku ahli waris dari kepemilikan kantor ini menegaskan tidak bersedia. Namun kenyataannya, kantor ini tetap di segel. Selain itu, saya sangat keberatan, ketika saat penyegelan, oknum senior membawa bawa nama Roem Zein yang sudah almarhum,” tegas Rommy.

Kuasa Hukum Nandi Syukri, mengaku akan membantu dalam permasalahan interen partai, yaitu dalam sengketa kepemilikan kantor. Diakuinya, berkas berkas tanah dan bangunan kantor masih di Kantor BPN, karena sedang proses balik nama dari pemilik pertama ke DPC PPP Pekanbaru.

“Saya berharap permasalahan interen partai bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan. Sedang masalah sengketa tanah dan bangunan kantor, biar diselesaikan secara hukum,” kata Nandi.

Pemilik Kantor

Keberadaan Kantor PPP Pekanbaru beralamat Jalan Teratai Kecamatan Sukajadi ini berawal dari kader pendahulu. Salah satunya almarhum Roem Zein saat itu menjabat sebagai Ketua DPC Pekanbaru. Kemudian dalam aset dicatatkan sebagai aset partai.

Sehingga jika hari ini ada mengaku aset Kantor PPP atas nama pribadi, hanya dipandang sebagai miss komunikasi saja.

Sebelumnya, di pemberitaan media, jelang perhelatan pemilu 2024, kisruh di internal PPP Kota Pekanbaru menguak ke permukaan, setelah sebelumnya Sekretaris DPC mengundurkan diri, kini giliran kader senior datang menggeruduk kantor dan bahkan menyegel kantor tersebut.

Dimana kader senior itu menggembok dan memasang spanduk bahwa kantor tersebut merupakan milik mereka bukan aset partai.

Dalam spanduk tersebut, berisikan, Kantor advokat Zulkifri Kamir dan partner, tanah dan bangunan ini adalah milik Raja Eddy Indrayadi, Drs H Aprizal DS, Drs H Moh Roem Zein (almarhum) dan dan Sutan Tabiang (almarhum).

Koordinator kader dalam aksi tersebut, Raja Eddy yang juga merupakan Ketua Fraksi PPP Pekanbaru periode 1999 – 2004 mengatakan, bahwa Pihaknya menyegel kantor tersebut karena memang kantor tersebut merupakan milik mereka.

Ia mantan ketua Fraksi PPP DPRD Pekanbaru periode 1999 – 2004. Beliau ikut membeli kantor itu. Jadi walau bagaimana pun ingin mengambil kembali asetnya, karena bukan ini bukan aset PPP.

Mengapa langkah ini diambil, kata Raja Eddy karena pengurus PPP saat ini tidak pernah mau tahu dengan tokoh – tokoh PPP yang lama. Apa lagi kepada para kader yang telah membeli kantor itu pada masa nya. Apapun kegiatan PPP senior tidak pernah diberitahu, dan tidak pernah diundang.

Yang menjadi persoalan lain, kata Raja Eddy adalah, seiring terus menurunnya jumlah kursi PPP Pekanbaru, terlebih pada era Ketua DPC saat ini, Zulkarnain, yang hanya dapat 1 kursi di DPRD Pekanbaru. Pihaknya menilai Zulkarnain telah gagal.

Terus terang di zaman dulu dengan ketua pak Roem Zein, anggota DPRD Pekanbaru ada 6 orang, kemudian di zaman saudara Afrizal sebagai ketua itu 4 orang, kemudian zaman Said Usman tetap 4 orang. Sementara dari zaman Said Usman diambil ke zaman Zulkarnain, hanya 1 orang anggota DPRD, dia telah gagal. (alin)

BERITA TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Berita Populer