Terkait Kasus Penganiayaan Oleh Oknum Polwan di Pekanbaru, BNNP Riau Bantah Ikut Terlibat

Korban Riri Aprilia Kartin (27) menunjukkan luka memar akibat dugaan penganiayaan oleh Polwan di Pekanbaru/foto : Raja Siregar

Pekanbaru (Nadariau.com) – Pihak BBNP Riau, membantah ikut terlibat dalam kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang wanita bernama Riri yang diduga dilakukan oleh oknum polisi wanita berinisial Brigadir IR anggota Polda Riau yang bertugas di BNNP Riau, yang terjadi di kamar kos korban yang berada di daerah Sukajadi, Pekanbaru, pada Rabu (21/09/2022) malam lalu, sekitar pukul 20.00 WIB.

Kanit Opsnal BNNP Riau, IPDA Dharma saat dikonfirmasi wartawan membenarkan bahwa oknum polisi wanita berinisial Brigadir IR merupakan anggotanya, namun, dirinya membantah ikut terlibat dalam aksi penyekapan tersebut.

“Brigadir IR memang anggota kita, namun kita tidak ikut terlibat dalam kasus ini, justru kita yang menyelamatkan korban dari sekapan Brigadir IR,” kata IPDA Dharma saat dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Sabtu (24/09/2022).

IPDA Dharma menjelaskan, bahwa pihaknya membawa korban ke kantor BNNP Riau untuk menyelamatkan korban dari sekapan Brigadir IR dan orang tuanya yang sudah emosi melihat korban.

“Awalnya kita mendapat laporan dari Brigadir IR kalau dirinya dikeroyok oleh sekelompok orang preman, namun setelah sampai di tkp justru hal berbeda kita dapati, untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan korban pun langsung kita bawa ke kantor BNNP Riau, setelah situasi tenang korban kita antar kembali kerumah kosnya yang berada di daerah Sukajadi, jadi kita tidak ada sama sekali ikut terlibat dalam kasus ini dan kita juga tidak ada ikut menganiaya korban justru kita yang menyelamatkan korban,” jelas IPDA Dharma.

Sementara, Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Robinson Siregar, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, IR diduga menyekap dan menganiaya korban karena masalah asmara.

“Yang polwan itu di BNNP Riau, sudah ditangani Polda Riau. Sudah dilaporkan korban juga ke Ditreskrimum,” kata Kepala BNNP Riau, Brigjen Pol Robinson Siregar.

Robinson menyebut motif penganiayaan terkait asmara. Brigadir IR melarang dan meminta korban tak berpacaran dengan adik IR.

Melihat korban tetap menjalin hubungan asmara, Brigadir IR diduga naik pitam dan menganiaya Riri. Bahkan foto penganiayaan tersebut viral di media sosial.

“Motif karena korban ada dilarang. Sudah dilarang tetapi masih saja pacaran sama adik si polwan,” kata Robinson.

Sementara itu, Hingga saat ini Pihak Penyidik Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Riau, telah memeriksa 6 orang saksi termasuk oknum polisi wanita berinisial Brigadir IR yang diduga pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap korban.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, selain Brigadir IR, tetangga korban yang mengetahui kejadian tersebut juga turut diperiksa oleh pihak kepolisian.

“Enam saksi telah diperiksa. Rencananya besok penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan kasus ini,” kata Sunarto melalui pesan singkatnya yang di terima wartawan Minggu (25/09/2022).

Sunarto menjelaskan, Brigadir IR sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Riau, pada Jumat (23/09/2022) kemaren. Ia bahkan langsung dijemput oleh tim Propam dan dibawa ke Polda Riau.

“Pimpinan mengatensi langsung kasus ini. Langkah-langkah penanganan diambil dengan cepat. Saat ini proses hukum sedang berjalan. Bila terbukti, pimpinan tak akan segan menindak tegas sesuai aturan,” katanya.

Seperti diketahui, Brigadir IR yang bertugas di BNN Provinsi Riau, dilaporkan ke Polda Riau lantaran diduga melakukan tindak pidana penyekapan dan penganiayaan terhadap seorang perempuan, lantaran tak menyetujui hubungan asmara dengan adik kandungnya yang telah terjalin selama tiga tahun.

Penganiayaan tersebut bermula saat IR dan ibunya tiba-tiba mendatangi kontrakan Riri sambil mengeluarkan kata-kata tak menyenangkan, pada Rabu (21/09/2022) malam lalu, sekitar pukul 20.00 WIB. Keduanya lalu menyekap dan memukuli Riri di kamar dengan membabi buta.

Tak sampai di situ, korban kemudian dibawa ke parkiran Kantor BNNP Riau oleh rekan IR dan kembali dipukuli di dalam mobil. Walaupun sempat dihentikan oleh rekannya, IR masih terus menghujani Riri dengan pukulan. Atas penganiayaan tersebut, Riri mengalami luka memar di beberapa titik di tubuhnya serta bengkak di bagian kepala.(sony)

 56 total views